Langsung ke konten utama

Orang Cuek yang (sok) Peduli #3

Pertandingan usai. SMA kami masuk final merebut juara 1 dan 2 melawan stece sore besuk. Kita keluar GOR evaluasi. Kemudian ada beberapa supporter mendatangi kami.
"Nay Nay, ada Rey tuh di depan." Dena heboh.
Aku diam, takut salah tingkah. Dena mencengkram jemariku, menarik keluar.
"Nay, selamat ya." Rey menyodorkan tangannya.
"Makasi, Rey."
"Sama-sama. Balik bareng siapa, Nay? Si Rey kosong tuh." Goda Gilang.


"Hahaha. Alhamdulillah bawa motor sendiri. Aman."
***
Senja mengisi ribuan tanya dalam ruang yang bernama perasaan. Setiap dari wajahnya mempertanyakan ada apa dengan Rey dan Nayla? Lembayung senja bungkam, bersembunyi di balik malam menebas-nebas prasangka. Embun seolah terbujuk rayuan senja bersama jingga yang selalu membuat para pujangga jatuh cinta. Rey kenapa?


Aku sibuk menertawakan diriku sendiri sedari tadi. Bukan sedang berusaha menerima suatu hal, aku benar-benar gila sejak Rey hadir di kehidupanku. Aku berusaha mengelak kepeduliannya itu dan meyakinkanku bahwa hal itu hanyalah kebetulan.
"Nay, kamu sedang jatuh cinta?"
"Mana mungkin. Aku ga akan pernah jatuh cinta pada pemuda gereja, mbak."
jawabku.
"Memangnya siapa yang bilang kalau kamu jatuh cinta sama Rey?"


***





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rumah Pohon, Kebun Teh dan Basket

Sejak kapan kamu mengenal rumah pohon, kebun teh dan basket? Sejak ada film yang berjudul My Heart. Rachel, Farel dan Luna menjadi pemain utamanya. Yuki Kato memerankan Rachel dan Irshadi Bagas memerankan Farel. Jujur dulu aku tak begitu suka tokoh Luna, jadi nama pemerannya pun tidak ingat sampai sekarang, kecuali pemeran versi dewasa yaitu Acha.  Banyak hal yang kutiru di sana. OMG betapa besar efek film My Heart bagi diriku waktu itu. Kebetulan waktu kecil aku memang tomboy sekali. Hal itu membuat teman SD sering memadankan aku dengan tokoh Rachel. Aku mulai berimajinasi bahwa kota Bogor serindang yang diilustrasikan di dalam film. Persahabatan seindah yang diperankan. Bermain di kebun teh seasik di lakon film. Basket pun. Saat itu aku bermimpi bisa main ke Bogor mengunjungi danau dengan dua perahu yang dinaiki Rachel dan Farel, naik ke rumah pohon mereka trus main ke kebun teh yang dingin dan sejuk. Dulu entah mengapa pengin banget tinggal di Bogor. Iya, bermula dari...

Perjalanan

Aku yakin kita tak pernah dalam satu rel kereta Sehingga kamu sering membunyikan peluitmu Hanya untuk memberi tanda kepadaku tentang jalan itu Atau tentang luka yang tampak di balik jendela kereta Mungkin juga tentang bahagia Kamu sering memejamkan matamu, bercerita tentang kenyamanan Atau lelahmu Kamu selalu memberitahuku tentang siapa saja yang telah dan ingin kau temui Dari jauh aku mencoba memahami lekuk-lekuk kehidupanmu Kamu sering melambaikan tangan sebagai simbolis perpisahan kita Kamu bilang, kita berbeda kereta kamu eksekutif aku ekonomi Kamu bilang, aku masih belum waktunya untuk berjalan terus Aku perlu berhenti sejanak Belum ada apa-apa di dalam tas selempangku Masih kosong melompong, katamu Tetapi, setiap dari perkataan yang kau ucap Tak bermakna buruk bagiku Justru aku semakin yakin untuk membuang kantong-kantong bimbang Segera menyusulmu, Turun tanpa bermaksud menemukanmu Duhai, Rel sepaket dengan bantalannya Kereta sepaket dengan gerbong dan mas...

InsyaAllah

InsyaAllah InsyaAllah aku tau yang kau maksud InsyaAllah aku tau bagaimana memposisikannya InsyaAllah aku tau apa yang kamu maksud itu InsyaAllah aku tau bahwa ternyata kamu Ternyata kamu adalah perantara Tuhan untuk menguji kesabaranku InsyaAllah, aku memang butiran jasjus, namun mampu mengobati kehausanmu tatkala kukumpulkan segala butiran yg kupunya Terimakasih, insyaAllah aq tak se-oon itu