Langsung ke konten utama

Lets Go to Be Happy (^^): Untuk Kesedihan, Duka dan Lara

Petualangan akan segera dimulai.
Nikmati apa saja yang ada didirimu saat ini
Syukuri apa yang tlah kau miliki
Pertahankan hal yang pantas kau pertahankan
Perbaiki apa yang harus diperbaiki
Usaplah air mata pilu dengan lembut, singgahkan makna-makna di sana
Agar kau tegar , agar kau tenang


Sapa mushaf-mushaf dan penuhi shaf-shaf
Abaikan saja hal-hal yang tak membuatmu berkenan
Abaikan saja hal-hal yang membuatmu tak berarti


Hai, mari berbincang bersamaku
Kamu harus merasakan lembutnya angin yang kini kurasakan
Kamu harus merasakan teduhnya hujan lebat tanpa payung yang melingkar di atas kepala


Hari ini dan seterusnya, bahagialah bersamaku
Jangan paksakan seseorang yang tak peduli denganmu untuk kemudian peduli
Ada aku
Ada aku bersamamu saat ini


Loket pengambilan hikmah atas hari-harimu selalu terbuka 24 jam ^^


Lets go to be Happy!
and be your self

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Duhai, tahukah kamu?

Bahwa sebagian besar wanita itu pencemburu. Tidak penting nantinya 'kamu' dengan siapa. Yang terpenting adalah aku menyemogakan dirimu agar suatu saat nanti jika telah ada yang mendampingi, kau mengerti bagaimana cara menjaga hatinya. Duhai, pahamkah dirimu? Betapa tegarnya seorang wanita yang tersenyum Saat seorang yang dicintainya bercengkrama dengan 'teman'nya Saat seorang yang dicintainya menceritakan seorang perempuan selain ibunya Duhai, mau mengertikah kamu? Betapa teguhnya perasaan wanita Saat ia memahami, dirinya tak diperjuangkan Namun masih berusaha untuk menjaga hati Adamnya

Matematika Kehidupan

Sejak kecil sebelum rumus matematika semakin kompleks, kita dikenalkan lebih dulu dengan ping para lan suda (kali, bagi, tambah, kurang) Saat aku punya dua apel, apel itu akan habis pabila kubagikan kepada dua orang temenku. 2-2 = 0. Tapi. Sebentar. Bukankah 2-2=2? 2 dari mana? Dari pahala yang Allah berikan, insyaAllah Eh tapi jangan pakai rumus ini ya kalau lagi ngerjain soal matematika di sekolah.

Hai, Apa Kabar?

Hai, apa kabar yang sudah lama tak jumpa? Apa kabar yang sudah enggan menyapaku? Eh, atau aku yang enggan menyapa. Maafkan aku. Jika kamu rasa ada yang berbeda denganku. Bertahan atau pergi, adalah hak. Pun, aku takkan memaksamu bertahan, jika dirasa tidak nyaman. Di sebuah relasi yang membuatku asing, tak tau menau disaat yang lain diberi tau, sungguh membuatku jadi lebih enggan. Eh tapi itu hanya enggan. Aku akan tetap bertahan, setidaknya dipertemuan antara mataku dan pergantian malam, namamu selalu kudoakan. Maafkan aku. Jika tak lagi selalu ada. Menyambut hari² pentingmu. Yang jelas, aku selalu senang setiap tahu bahwa kamu dan keluargamu sehat.  Maafkan aku. Belum banyak mengirimkan banyak hadiah. Tapi yakinlah, bahwa itu bukan satu²nya simbolis tuk menandakan rasa sayangku. Semoga kabarmu baik² saja. Aku di sini sedang mencukupkan diri. Sedang memenuhi diri. Suatu saat, rasanya ingin kembali lagi bercengkrama seperti dulu. Jika masih diizinkan masuk.