Langsung ke konten utama

Lets Go to Be Happy (^^): Untuk Kesedihan, Duka dan Lara

Petualangan akan segera dimulai.
Nikmati apa saja yang ada didirimu saat ini
Syukuri apa yang tlah kau miliki
Pertahankan hal yang pantas kau pertahankan
Perbaiki apa yang harus diperbaiki
Usaplah air mata pilu dengan lembut, singgahkan makna-makna di sana
Agar kau tegar , agar kau tenang


Sapa mushaf-mushaf dan penuhi shaf-shaf
Abaikan saja hal-hal yang tak membuatmu berkenan
Abaikan saja hal-hal yang membuatmu tak berarti


Hai, mari berbincang bersamaku
Kamu harus merasakan lembutnya angin yang kini kurasakan
Kamu harus merasakan teduhnya hujan lebat tanpa payung yang melingkar di atas kepala


Hari ini dan seterusnya, bahagialah bersamaku
Jangan paksakan seseorang yang tak peduli denganmu untuk kemudian peduli
Ada aku
Ada aku bersamamu saat ini


Loket pengambilan hikmah atas hari-harimu selalu terbuka 24 jam ^^


Lets go to be Happy!
and be your self

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Bulan September

Rasa yang Menyiksa (gores pena: Galih Ratna Puri Palupi) Semua ini tentang cinta Tak jelas, namun menyesakkan dada Galau ingin bejumpa Rindu ingin bersua Namun bertemu memungkinkan aku tuk membungkam cerita Memilih diam menikmati alirannya Tapi dosa menjadi batasnya Hati pasrah menangis dibuatnya Semua tentang cinta Yang harus datang tepat pada waktunya Tapi tak kunjung diperjelaskan Mengundang harap dan tanya keraguan Terbersit dan mengalun di hati begitu saja Tak jelas kemana arahnya Pun tak memahami duka cita menjaga diri Ya, aku menjaganya Walau kering sudah kesabaran diri Untuk acuh dengan kabar tentangnya Ce i en te a Kau

Unfollow

Rasa-rasanya aku ingin sekali memencet tombol itu. Kemudian menitipkan nafasku kepada kamu yang didamba hadirnya Kepada kamu yang ingin lebih lama menjejak di bumi Rasa-rasanya aku ingin menekan tombol itu Lalu kutitipkan rasa cinta sepaket dengan ketulusannya, kesetiaan dan kesabaran menunggu.. Kepada ia yang kamu harapkan

Bebas

Untuk Dia yang Kuinginkan Gores pena: Galih Ratna Puri Palupi Di sudut dermaga Aku terjerembab dalam lembayung senja Erat dengan perahu-perahu yang lekat dengan jerat temalinya Di sudut, tempat ribuan kristal menyelinap dalam butiran pasir Tak sempat kunyatakan Tak mampu kuungkapkan Bunga-bunga hati yang menghiasi empunya Di kepalanya menjulur kain   hijau toska Tak pernah terlihat belaian demi belaian rambutnya Lembut ku lihat lengkungan senyumnya Membersamai bintang yang membias sinarnya Diantara samudera Di sudut dermaga Dia saksikan purnama dalam temaram Ditulis dengan pena kerinduannya Tuhan, pertemukan kami di SurgaMu -Surakarta, 21 Februari 2014-