Langsung ke konten utama

Hai, Apa Kabar?

Hai, apa kabar yang sudah lama tak jumpa?
Apa kabar yang sudah enggan menyapaku? Eh, atau aku yang enggan menyapa.

Maafkan aku. Jika kamu rasa ada yang berbeda denganku. Bertahan atau pergi, adalah hak. Pun, aku takkan memaksamu bertahan, jika dirasa tidak nyaman. Di sebuah relasi yang membuatku asing, tak tau menau disaat yang lain diberi tau, sungguh membuatku jadi lebih enggan. Eh tapi itu hanya enggan. Aku akan tetap bertahan, setidaknya dipertemuan antara mataku dan pergantian malam, namamu selalu kudoakan.

Maafkan aku. Jika tak lagi selalu ada. Menyambut hari² pentingmu. Yang jelas, aku selalu senang setiap tahu bahwa kamu dan keluargamu sehat. 

Maafkan aku. Belum banyak mengirimkan banyak hadiah. Tapi yakinlah, bahwa itu bukan satu²nya simbolis tuk menandakan rasa sayangku.

Semoga kabarmu baik² saja.
Aku di sini sedang mencukupkan diri. Sedang memenuhi diri. Suatu saat, rasanya ingin kembali lagi bercengkrama seperti dulu. Jika masih diizinkan masuk.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku mencintaimu karena Allah

Kepada teman baikku, semua tak terkecuali Satu hal yang sering kuimpi-impikan, melihat kita berkembang dan bertumbuh, membungkus perbekalan, hingga Allah SWT katakan cukup. Memerintah malaikat izrail tuk menjemput. Lalu impian selanjutnya untuk bertemu Rabb kita semakin dekat. Sesungguhnya, kuakui memang sulit meninggalkan cinta yang jadi fitrah kita. Sebagai aku yang tak pernah jauh dari perasaan itu, perlu proses panjang rasanya untuk tak ubahnya menasehati diri agar lebih sempurna dalam menyikapi cinta kepada makhluk. Pandai-pandai meluruskan niat dan mengembalikan segala kepadaNya. Pembuktian cinta kepada yang selalu mencintai kita tiada habisnya, sungguh panjang. Jangan pernah menyerah. Jangan pernah berhenti, meski harus merangkak.
Kulihat dari jauh, Matamu begitu sengit pada hujan Rintik demi rintik yang kau kira rindu itu, ternyata hanyalah pemudar senja Bibirmu bergerak, seakan mengeja ketakutan-ketakutan dalam diri Segenap keteguhanku seolah ingin menyambangimu Berbisik tentang gerangan yang tak kau relakan hilang "Tenanglah, Tuhan akan menjaga namamu dalam hatinya. Hujan takkan memudarkan namamu, ia akan membeningkan." Namun justru kau sendiri yang menjadi hujan dalam pikirmu. Memudarkannya.
Saringan Aku butuh saringan yang lebih lembut Agar lebih sedikit keburukan yang kulakukan Agar lebih mudah konsisten dengan hal-hal baik dan sesuai dengan ketentuanNya Untuk kuterapkan dalam hidupku