Langsung ke konten utama

Tentang Perapuh Persaudaraan

Aku sedang sendirian
Menonton sebuah film dari murabbiku
Memaknainya
Mengumpulkan hikmahnya
Serius
Namun Hp tetap di dekatku
Bunyinya masih teraba oleh pendengaranku

Saat itu
Keadaan kos di bawah teramat sepi, kecuali lantai atas
Kamarku di dekat joglo yang menurut cerita teman di situ adalah sebuah singgasana jin
Aku mencoba untuk tidak takut
Saat semua belum pulang dan Pak Saman lagi ronda, aku sendirian
Pun aku mencoba tidak takut

Tapi terkadang faktor eksternal membuat gulana sistem internal yang kubentuk itu
Aku tak tau apa maunya,
Menguplod foto di whatsap dan bercerita tentang isinya
Pocong yang sedang ikut shalat berjamaah

Lain kali kalau mau menguji iman pake cara yang  bener ya!
Lain kali kalau mau mengingatkan kita pada kematian pake cara yang bener ya!
Caranya?
Coba dicari di hatimu

Komentar

  1. Emang hari minggu pada nggak di kosan to gal???

    BalasHapus
  2. Waktu itu pas pada belum pulang. :'))) Pak Man pamit mau ngeronda :'))) hiks. Itu namanya kenapa ganti? 👀

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Duhai, tahukah kamu?

Bahwa sebagian besar wanita itu pencemburu. Tidak penting nantinya 'kamu' dengan siapa. Yang terpenting adalah aku menyemogakan dirimu agar suatu saat nanti jika telah ada yang mendampingi, kau mengerti bagaimana cara menjaga hatinya. Duhai, pahamkah dirimu? Betapa tegarnya seorang wanita yang tersenyum Saat seorang yang dicintainya bercengkrama dengan 'teman'nya Saat seorang yang dicintainya menceritakan seorang perempuan selain ibunya Duhai, mau mengertikah kamu? Betapa teguhnya perasaan wanita Saat ia memahami, dirinya tak diperjuangkan Namun masih berusaha untuk menjaga hati Adamnya

Matematika Kehidupan

Sejak kecil sebelum rumus matematika semakin kompleks, kita dikenalkan lebih dulu dengan ping para lan suda (kali, bagi, tambah, kurang) Saat aku punya dua apel, apel itu akan habis pabila kubagikan kepada dua orang temenku. 2-2 = 0. Tapi. Sebentar. Bukankah 2-2=2? 2 dari mana? Dari pahala yang Allah berikan, insyaAllah Eh tapi jangan pakai rumus ini ya kalau lagi ngerjain soal matematika di sekolah.

Hai, Apa Kabar?

Hai, apa kabar yang sudah lama tak jumpa? Apa kabar yang sudah enggan menyapaku? Eh, atau aku yang enggan menyapa. Maafkan aku. Jika kamu rasa ada yang berbeda denganku. Bertahan atau pergi, adalah hak. Pun, aku takkan memaksamu bertahan, jika dirasa tidak nyaman. Di sebuah relasi yang membuatku asing, tak tau menau disaat yang lain diberi tau, sungguh membuatku jadi lebih enggan. Eh tapi itu hanya enggan. Aku akan tetap bertahan, setidaknya dipertemuan antara mataku dan pergantian malam, namamu selalu kudoakan. Maafkan aku. Jika tak lagi selalu ada. Menyambut hari² pentingmu. Yang jelas, aku selalu senang setiap tahu bahwa kamu dan keluargamu sehat.  Maafkan aku. Belum banyak mengirimkan banyak hadiah. Tapi yakinlah, bahwa itu bukan satu²nya simbolis tuk menandakan rasa sayangku. Semoga kabarmu baik² saja. Aku di sini sedang mencukupkan diri. Sedang memenuhi diri. Suatu saat, rasanya ingin kembali lagi bercengkrama seperti dulu. Jika masih diizinkan masuk.