Langsung ke konten utama
Jadi hari ini adalah deadline BAB 2 Mata Kuliah Teknik Penulisan Skripsi, ujian dan ada acara bernama Kajian Bareng jam 06.15 harus standby di kampus. Ternyata tadi malam aku tidak berkutik untuk menyelesaikan tugas tersebut, sehingga aku memilih menyelesaikannya jam 03.30. Bangun, kemudian mandi dan sebagainya :D #gagpentingdiceritain. Lalu, ternyata aku masih sempat punya niat untuk tidur lagi. Dan aku tidur beneran hingga pukul 05.00. Landasan teori belum ada blas yang diisi. Sementara KABAR sebentar lagi juga harus dipersiapkan. Hmm~ aku memulai dari kerangka berpikir. Selesai. Lalu mencari teori tentang variabel terikat. Aku mencoba gercep, biar setidaknya jam 06.00 sudah setengah jadi, tinggal dilanjutin di kampus sambil berdoa menmohon pertolongan dariNya. Kasian orangtua kalau aku terus-terusan seperti ini, jadi dengan waktu semepet ini aku harus tetap maksimal.

Kemudian terdengarlah bunyi LINE, udah pernah denger kan? Line tersebut menyampaikan kabar jika BAB 2 tidak jadi dikumpul hari ini. Aku gag tau harus seneng atau gag, yang jelas aku bersyukur atas kesempatan lain yang diberikan oleh Allah untuk mengerjakan BAB 2 ini dengan maksimal atau tidak asal-asalan :')

Intinya aku cuma mau bilang kalau Allah SWT itu baik banget.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Duhai, tahukah kamu?

Bahwa sebagian besar wanita itu pencemburu. Tidak penting nantinya 'kamu' dengan siapa. Yang terpenting adalah aku menyemogakan dirimu agar suatu saat nanti jika telah ada yang mendampingi, kau mengerti bagaimana cara menjaga hatinya. Duhai, pahamkah dirimu? Betapa tegarnya seorang wanita yang tersenyum Saat seorang yang dicintainya bercengkrama dengan 'teman'nya Saat seorang yang dicintainya menceritakan seorang perempuan selain ibunya Duhai, mau mengertikah kamu? Betapa teguhnya perasaan wanita Saat ia memahami, dirinya tak diperjuangkan Namun masih berusaha untuk menjaga hati Adamnya

Matematika Kehidupan

Sejak kecil sebelum rumus matematika semakin kompleks, kita dikenalkan lebih dulu dengan ping para lan suda (kali, bagi, tambah, kurang) Saat aku punya dua apel, apel itu akan habis pabila kubagikan kepada dua orang temenku. 2-2 = 0. Tapi. Sebentar. Bukankah 2-2=2? 2 dari mana? Dari pahala yang Allah berikan, insyaAllah Eh tapi jangan pakai rumus ini ya kalau lagi ngerjain soal matematika di sekolah.

Hai, Apa Kabar?

Hai, apa kabar yang sudah lama tak jumpa? Apa kabar yang sudah enggan menyapaku? Eh, atau aku yang enggan menyapa. Maafkan aku. Jika kamu rasa ada yang berbeda denganku. Bertahan atau pergi, adalah hak. Pun, aku takkan memaksamu bertahan, jika dirasa tidak nyaman. Di sebuah relasi yang membuatku asing, tak tau menau disaat yang lain diberi tau, sungguh membuatku jadi lebih enggan. Eh tapi itu hanya enggan. Aku akan tetap bertahan, setidaknya dipertemuan antara mataku dan pergantian malam, namamu selalu kudoakan. Maafkan aku. Jika tak lagi selalu ada. Menyambut hari² pentingmu. Yang jelas, aku selalu senang setiap tahu bahwa kamu dan keluargamu sehat.  Maafkan aku. Belum banyak mengirimkan banyak hadiah. Tapi yakinlah, bahwa itu bukan satu²nya simbolis tuk menandakan rasa sayangku. Semoga kabarmu baik² saja. Aku di sini sedang mencukupkan diri. Sedang memenuhi diri. Suatu saat, rasanya ingin kembali lagi bercengkrama seperti dulu. Jika masih diizinkan masuk.