Langsung ke konten utama

Dulu Begini, Sekarang Begitu

"Kamu yang DULU kalau (difoto selalu nutupin muka, kalau ga cuma mau difoto punggungnya, atau sok candid biar muka ga nampak semua) itu kan?"
atau
"Ih, apaansih kayanya kemaren mau-mau aja difoto, DPnya juga foto selfie, close up malah..sekarang kenapa ga masang foto selfie lagi? Itu kenapa foto2 di IG, FB jadi ga ada foto kamu sendirian, semuanya wefie kalau ga cuma foto nampak belakang doang?"








Mungkin ini bakalan ngejleb banget apalagi kalau yang baca adalah anak rohis atau alumni rohis yang bermetamorphosa di jalannya masing-masing :')
Gengs, itu bukan sesempit memperbincangkan masalah foto, lebih dalem dari itu.
Nangkep ga?
Itu sama kaya kekata, "Dulu berhijab sekarang tidak" dan lain-lain.


Biarlah, tiap-tiap dari kita punya prosesnya masing-masing, punya prinsip sendiri-sendiri. Semoga kita termasuk manusia yang jalannya ke depan menjadi lebih baik dari yang dulu dan tetap istiqomah dalam kebaikan :') amin.


No sebel atau kesel, cukup diambil hikmahnya :'))

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku mencintaimu karena Allah

Kepada teman baikku, semua tak terkecuali Satu hal yang sering kuimpi-impikan, melihat kita berkembang dan bertumbuh, membungkus perbekalan, hingga Allah SWT katakan cukup. Memerintah malaikat izrail tuk menjemput. Lalu impian selanjutnya untuk bertemu Rabb kita semakin dekat. Sesungguhnya, kuakui memang sulit meninggalkan cinta yang jadi fitrah kita. Sebagai aku yang tak pernah jauh dari perasaan itu, perlu proses panjang rasanya untuk tak ubahnya menasehati diri agar lebih sempurna dalam menyikapi cinta kepada makhluk. Pandai-pandai meluruskan niat dan mengembalikan segala kepadaNya. Pembuktian cinta kepada yang selalu mencintai kita tiada habisnya, sungguh panjang. Jangan pernah menyerah. Jangan pernah berhenti, meski harus merangkak.
Kulihat dari jauh, Matamu begitu sengit pada hujan Rintik demi rintik yang kau kira rindu itu, ternyata hanyalah pemudar senja Bibirmu bergerak, seakan mengeja ketakutan-ketakutan dalam diri Segenap keteguhanku seolah ingin menyambangimu Berbisik tentang gerangan yang tak kau relakan hilang "Tenanglah, Tuhan akan menjaga namamu dalam hatinya. Hujan takkan memudarkan namamu, ia akan membeningkan." Namun justru kau sendiri yang menjadi hujan dalam pikirmu. Memudarkannya.
Saringan Aku butuh saringan yang lebih lembut Agar lebih sedikit keburukan yang kulakukan Agar lebih mudah konsisten dengan hal-hal baik dan sesuai dengan ketentuanNya Untuk kuterapkan dalam hidupku