Langsung ke konten utama

Cinta

"Kau ku sayang selalu ku jaga
takkan ku lepas selamanya
hilangkanlah keraguanmu pada diriku
di saat ku jauh darimu."

Terkadang memang berat menjadi seorang kakak. Berat untuk melepaskan kaki-kaki kecil yang lebih tertatih itu. Inginnya selalu ada, berjalan membersamai. Hangat memeluk pundak mereka satu per satu. Mengumpulkan energi untuk kemudian dibagi kepada mereka satu persatu dalam wujud tekad, niat dan semangat. Atau sekedar meyakinkan segala yang kita lakukan akan bermanfaat di masa yang akan datang. Tak peduli di masa yang akan datang apakah masih ada kita di bumi atau tidak, setidaknya sudah ada tabungan dan kenangan untuk bumi berupa kebermanfaatan. Setidaknya kita tidak mati sia-sia. Atau sekedar mengarahkan sedikit, jalan mana yang harus dilalui agar langkahmu tak berbeban, ringan melangkah maju. Seperti gelap yang selalu menawan bintang untuk mencari keberadaanmu.

Tak ada niat untuk tidak menjagamu
Tak ada niat untuk melepasmu
Sungguh, tak ada niat untuk tidak menyayangimu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Duhai, tahukah kamu?

Bahwa sebagian besar wanita itu pencemburu. Tidak penting nantinya 'kamu' dengan siapa. Yang terpenting adalah aku menyemogakan dirimu agar suatu saat nanti jika telah ada yang mendampingi, kau mengerti bagaimana cara menjaga hatinya. Duhai, pahamkah dirimu? Betapa tegarnya seorang wanita yang tersenyum Saat seorang yang dicintainya bercengkrama dengan 'teman'nya Saat seorang yang dicintainya menceritakan seorang perempuan selain ibunya Duhai, mau mengertikah kamu? Betapa teguhnya perasaan wanita Saat ia memahami, dirinya tak diperjuangkan Namun masih berusaha untuk menjaga hati Adamnya

Matematika Kehidupan

Sejak kecil sebelum rumus matematika semakin kompleks, kita dikenalkan lebih dulu dengan ping para lan suda (kali, bagi, tambah, kurang) Saat aku punya dua apel, apel itu akan habis pabila kubagikan kepada dua orang temenku. 2-2 = 0. Tapi. Sebentar. Bukankah 2-2=2? 2 dari mana? Dari pahala yang Allah berikan, insyaAllah Eh tapi jangan pakai rumus ini ya kalau lagi ngerjain soal matematika di sekolah.

Hai, Apa Kabar?

Hai, apa kabar yang sudah lama tak jumpa? Apa kabar yang sudah enggan menyapaku? Eh, atau aku yang enggan menyapa. Maafkan aku. Jika kamu rasa ada yang berbeda denganku. Bertahan atau pergi, adalah hak. Pun, aku takkan memaksamu bertahan, jika dirasa tidak nyaman. Di sebuah relasi yang membuatku asing, tak tau menau disaat yang lain diberi tau, sungguh membuatku jadi lebih enggan. Eh tapi itu hanya enggan. Aku akan tetap bertahan, setidaknya dipertemuan antara mataku dan pergantian malam, namamu selalu kudoakan. Maafkan aku. Jika tak lagi selalu ada. Menyambut hari² pentingmu. Yang jelas, aku selalu senang setiap tahu bahwa kamu dan keluargamu sehat.  Maafkan aku. Belum banyak mengirimkan banyak hadiah. Tapi yakinlah, bahwa itu bukan satu²nya simbolis tuk menandakan rasa sayangku. Semoga kabarmu baik² saja. Aku di sini sedang mencukupkan diri. Sedang memenuhi diri. Suatu saat, rasanya ingin kembali lagi bercengkrama seperti dulu. Jika masih diizinkan masuk.