Langsung ke konten utama
Kalau kamu menyadari kemenangan itu  bukan suatu kebetulan
Kamu akan terus berusaha
Kalau kamu menyadari bahwa kemenangan itu bukan suatu kebetulan
Kamu akan terus berjuang
Kalau kamu menyadari bahwa Allah menguji makhluk sesuai dengan kemampuannya
Kamu akan terus memampukan diri menghadapi segala rintangan
Kalau kamu menyadari bahwa semua akan indah pada waktunya
Kamu tak kan menunda-nunda
Kalau kamu menyadari kegagalan itu adalah kesusksesan yang tertunda
Kamu takkan pernah putus asa dan akan terus mencoba




Kalau kamu menyadari kita tidak bisa memaksa orang lain menjadi seperti yang kita inginkan
Kamu takkan melangkah lebih jauh lagi tuk mengeluhkan orang lain, namun memahami
Kalau amu menyadari manusia itu gudangnya kekhilafan
Kamu takkan segan untuk memaafkan dan bersabar
Kalau kamu menyadari waktu orang lain bukan hanya diestimasikan untuk kamu
Kamu akan sabar menanti kesediaan waktunya

Kalau kamu menyadari bahwa segalanya adalah dari Allah Ta'ala dan akan kembali padaNya
Kamu akan mengelola segala yang diberikannya dengan baik
Hingga kembali membawa bekal terbaik untuk Allah Ta'ala

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Duhai, tahukah kamu?

Bahwa sebagian besar wanita itu pencemburu. Tidak penting nantinya 'kamu' dengan siapa. Yang terpenting adalah aku menyemogakan dirimu agar suatu saat nanti jika telah ada yang mendampingi, kau mengerti bagaimana cara menjaga hatinya. Duhai, pahamkah dirimu? Betapa tegarnya seorang wanita yang tersenyum Saat seorang yang dicintainya bercengkrama dengan 'teman'nya Saat seorang yang dicintainya menceritakan seorang perempuan selain ibunya Duhai, mau mengertikah kamu? Betapa teguhnya perasaan wanita Saat ia memahami, dirinya tak diperjuangkan Namun masih berusaha untuk menjaga hati Adamnya

Matematika Kehidupan

Sejak kecil sebelum rumus matematika semakin kompleks, kita dikenalkan lebih dulu dengan ping para lan suda (kali, bagi, tambah, kurang) Saat aku punya dua apel, apel itu akan habis pabila kubagikan kepada dua orang temenku. 2-2 = 0. Tapi. Sebentar. Bukankah 2-2=2? 2 dari mana? Dari pahala yang Allah berikan, insyaAllah Eh tapi jangan pakai rumus ini ya kalau lagi ngerjain soal matematika di sekolah.

Hai, Apa Kabar?

Hai, apa kabar yang sudah lama tak jumpa? Apa kabar yang sudah enggan menyapaku? Eh, atau aku yang enggan menyapa. Maafkan aku. Jika kamu rasa ada yang berbeda denganku. Bertahan atau pergi, adalah hak. Pun, aku takkan memaksamu bertahan, jika dirasa tidak nyaman. Di sebuah relasi yang membuatku asing, tak tau menau disaat yang lain diberi tau, sungguh membuatku jadi lebih enggan. Eh tapi itu hanya enggan. Aku akan tetap bertahan, setidaknya dipertemuan antara mataku dan pergantian malam, namamu selalu kudoakan. Maafkan aku. Jika tak lagi selalu ada. Menyambut hari² pentingmu. Yang jelas, aku selalu senang setiap tahu bahwa kamu dan keluargamu sehat.  Maafkan aku. Belum banyak mengirimkan banyak hadiah. Tapi yakinlah, bahwa itu bukan satu²nya simbolis tuk menandakan rasa sayangku. Semoga kabarmu baik² saja. Aku di sini sedang mencukupkan diri. Sedang memenuhi diri. Suatu saat, rasanya ingin kembali lagi bercengkrama seperti dulu. Jika masih diizinkan masuk.