Langsung ke konten utama
Kalau kamu menyadari kemenangan itu  bukan suatu kebetulan
Kamu akan terus berusaha
Kalau kamu menyadari bahwa kemenangan itu bukan suatu kebetulan
Kamu akan terus berjuang
Kalau kamu menyadari bahwa Allah menguji makhluk sesuai dengan kemampuannya
Kamu akan terus memampukan diri menghadapi segala rintangan
Kalau kamu menyadari bahwa semua akan indah pada waktunya
Kamu tak kan menunda-nunda
Kalau kamu menyadari kegagalan itu adalah kesusksesan yang tertunda
Kamu takkan pernah putus asa dan akan terus mencoba




Kalau kamu menyadari kita tidak bisa memaksa orang lain menjadi seperti yang kita inginkan
Kamu takkan melangkah lebih jauh lagi tuk mengeluhkan orang lain, namun memahami
Kalau amu menyadari manusia itu gudangnya kekhilafan
Kamu takkan segan untuk memaafkan dan bersabar
Kalau kamu menyadari waktu orang lain bukan hanya diestimasikan untuk kamu
Kamu akan sabar menanti kesediaan waktunya

Kalau kamu menyadari bahwa segalanya adalah dari Allah Ta'ala dan akan kembali padaNya
Kamu akan mengelola segala yang diberikannya dengan baik
Hingga kembali membawa bekal terbaik untuk Allah Ta'ala

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Bulan September

Rasa yang Menyiksa (gores pena: Galih Ratna Puri Palupi) Semua ini tentang cinta Tak jelas, namun menyesakkan dada Galau ingin bejumpa Rindu ingin bersua Namun bertemu memungkinkan aku tuk membungkam cerita Memilih diam menikmati alirannya Tapi dosa menjadi batasnya Hati pasrah menangis dibuatnya Semua tentang cinta Yang harus datang tepat pada waktunya Tapi tak kunjung diperjelaskan Mengundang harap dan tanya keraguan Terbersit dan mengalun di hati begitu saja Tak jelas kemana arahnya Pun tak memahami duka cita menjaga diri Ya, aku menjaganya Walau kering sudah kesabaran diri Untuk acuh dengan kabar tentangnya Ce i en te a Kau

Unfollow

Rasa-rasanya aku ingin sekali memencet tombol itu. Kemudian menitipkan nafasku kepada kamu yang didamba hadirnya Kepada kamu yang ingin lebih lama menjejak di bumi Rasa-rasanya aku ingin menekan tombol itu Lalu kutitipkan rasa cinta sepaket dengan ketulusannya, kesetiaan dan kesabaran menunggu.. Kepada ia yang kamu harapkan

Bebas

Untuk Dia yang Kuinginkan Gores pena: Galih Ratna Puri Palupi Di sudut dermaga Aku terjerembab dalam lembayung senja Erat dengan perahu-perahu yang lekat dengan jerat temalinya Di sudut, tempat ribuan kristal menyelinap dalam butiran pasir Tak sempat kunyatakan Tak mampu kuungkapkan Bunga-bunga hati yang menghiasi empunya Di kepalanya menjulur kain   hijau toska Tak pernah terlihat belaian demi belaian rambutnya Lembut ku lihat lengkungan senyumnya Membersamai bintang yang membias sinarnya Diantara samudera Di sudut dermaga Dia saksikan purnama dalam temaram Ditulis dengan pena kerinduannya Tuhan, pertemukan kami di SurgaMu -Surakarta, 21 Februari 2014-