Langsung ke konten utama

Sesegera Mungkin


Angin menggulung paras wajah kecil itu
menggulung hingga ke tepian terik
terjerat asa yang menganga pedar cahayanya


terbakar.


semua insan layak untuk dicintai
kecuali aku
semua insan layak tuk disayangi kecuali aku


Namun, Tuhan sesetia itu
Tuhan sebaik itu
Hingga membuatku merasa bahwa memang Dia-lah satu-satunya yang mau memberi dan menyampaikan rasa cinta itu
Melalui senja yang biasa melatihku bahagia


Malam ini
Terlepas dari apa yang terjadi
Sungguh, kupikir ketenangan hanya bisa kudapati secara langsung di hadapanmu Rabb


Ya, aku benar-benar ingin segera menyempurnakan semua
memperbaiki semua
Lalu sesegera mungkin menemuimu


Tanpa bertemu dengan dia
Aku tak perlu bertemu dengan siapapun Rabb
Tak perlu :)
Hanya butuh Kau
Yang takkan pernah berhenti mencintaiku


Hanya bertemu denganmu
Dan akan tenang
Dan akan tenang



Komentar

  1. kkkk~ katakan kepadaku kriteria yang harus dimiliki seseorang untuk bisa dicintai? -,-

    BalasHapus
  2. Adakah kriterianya? Jika iya..bolehlah aku ikut bertanya bersamamu.-.

    BalasHapus
    Balasan
    1. zzzzzz... kenapa kamu tanya ke aku? kan kamu yg bikin puisinya.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Duhai, tahukah kamu?

Bahwa sebagian besar wanita itu pencemburu. Tidak penting nantinya 'kamu' dengan siapa. Yang terpenting adalah aku menyemogakan dirimu agar suatu saat nanti jika telah ada yang mendampingi, kau mengerti bagaimana cara menjaga hatinya. Duhai, pahamkah dirimu? Betapa tegarnya seorang wanita yang tersenyum Saat seorang yang dicintainya bercengkrama dengan 'teman'nya Saat seorang yang dicintainya menceritakan seorang perempuan selain ibunya Duhai, mau mengertikah kamu? Betapa teguhnya perasaan wanita Saat ia memahami, dirinya tak diperjuangkan Namun masih berusaha untuk menjaga hati Adamnya

Matematika Kehidupan

Sejak kecil sebelum rumus matematika semakin kompleks, kita dikenalkan lebih dulu dengan ping para lan suda (kali, bagi, tambah, kurang) Saat aku punya dua apel, apel itu akan habis pabila kubagikan kepada dua orang temenku. 2-2 = 0. Tapi. Sebentar. Bukankah 2-2=2? 2 dari mana? Dari pahala yang Allah berikan, insyaAllah Eh tapi jangan pakai rumus ini ya kalau lagi ngerjain soal matematika di sekolah.

Hai, Apa Kabar?

Hai, apa kabar yang sudah lama tak jumpa? Apa kabar yang sudah enggan menyapaku? Eh, atau aku yang enggan menyapa. Maafkan aku. Jika kamu rasa ada yang berbeda denganku. Bertahan atau pergi, adalah hak. Pun, aku takkan memaksamu bertahan, jika dirasa tidak nyaman. Di sebuah relasi yang membuatku asing, tak tau menau disaat yang lain diberi tau, sungguh membuatku jadi lebih enggan. Eh tapi itu hanya enggan. Aku akan tetap bertahan, setidaknya dipertemuan antara mataku dan pergantian malam, namamu selalu kudoakan. Maafkan aku. Jika tak lagi selalu ada. Menyambut hari² pentingmu. Yang jelas, aku selalu senang setiap tahu bahwa kamu dan keluargamu sehat.  Maafkan aku. Belum banyak mengirimkan banyak hadiah. Tapi yakinlah, bahwa itu bukan satu²nya simbolis tuk menandakan rasa sayangku. Semoga kabarmu baik² saja. Aku di sini sedang mencukupkan diri. Sedang memenuhi diri. Suatu saat, rasanya ingin kembali lagi bercengkrama seperti dulu. Jika masih diizinkan masuk.