Langsung ke konten utama

Purna dari Rasa Bela Sungkawa

Ku tak mampu mengeja arti pesona bulan malam ini
Mampuku hanyalah pergi
Berpisah secara paksa dengan sinarnya
Ku tahu, sujudmu lebih panjang
Peluhmu lebih sempurna menenggelamkan janji-janji yang ingkar


Maka jika kau yang dimampukan olehNya malam ini
Sungguh tak apa
Biar aku eja di malam yang lain.









Komentar

  1. Just take it slow and let time heal everything - Tablo
    udah jangan dipaksa kalo belum bisa (?) gpp kok terperangkap di ruang gelap nan pengap, kalo pada akhirnya kamu akan belajar lebih dari kegelapan dan kepengapan.
    The said that time flies but you keep breaking it wings - Tablo
    Yah, kalaupun masih sering berhasil tapi kembali lagi (?) gpp, wajar kok ya (?) kkkk

    BalasHapus
  2. Yeaaah.. Just take it slow :3 hope time heal everything :3 amin.
    Kata WAJAR sering ya bikin kita menjadi maklum di beberapa kondisi. Thanks you tablo :D

    BalasHapus
  3. kkkk...iman aja bisa naik turun, apalagi masalah beginian yang batasnya nggak jelas, wkwkwk ya masa nggak wajar? abnormal dong --"
    kewajaran dalam mencoba keluar dari perangkap deh ya, jangan cuma wajar doang...hahaha

    BalasHapus
  4. tapi ya kalo di dalam kewajaran tidak mengusahakan sesuatu ya cuma bakal berlalu gitu aja cuma dapet time hal everything

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Duhai, tahukah kamu?

Bahwa sebagian besar wanita itu pencemburu. Tidak penting nantinya 'kamu' dengan siapa. Yang terpenting adalah aku menyemogakan dirimu agar suatu saat nanti jika telah ada yang mendampingi, kau mengerti bagaimana cara menjaga hatinya. Duhai, pahamkah dirimu? Betapa tegarnya seorang wanita yang tersenyum Saat seorang yang dicintainya bercengkrama dengan 'teman'nya Saat seorang yang dicintainya menceritakan seorang perempuan selain ibunya Duhai, mau mengertikah kamu? Betapa teguhnya perasaan wanita Saat ia memahami, dirinya tak diperjuangkan Namun masih berusaha untuk menjaga hati Adamnya

Matematika Kehidupan

Sejak kecil sebelum rumus matematika semakin kompleks, kita dikenalkan lebih dulu dengan ping para lan suda (kali, bagi, tambah, kurang) Saat aku punya dua apel, apel itu akan habis pabila kubagikan kepada dua orang temenku. 2-2 = 0. Tapi. Sebentar. Bukankah 2-2=2? 2 dari mana? Dari pahala yang Allah berikan, insyaAllah Eh tapi jangan pakai rumus ini ya kalau lagi ngerjain soal matematika di sekolah.

Hai, Apa Kabar?

Hai, apa kabar yang sudah lama tak jumpa? Apa kabar yang sudah enggan menyapaku? Eh, atau aku yang enggan menyapa. Maafkan aku. Jika kamu rasa ada yang berbeda denganku. Bertahan atau pergi, adalah hak. Pun, aku takkan memaksamu bertahan, jika dirasa tidak nyaman. Di sebuah relasi yang membuatku asing, tak tau menau disaat yang lain diberi tau, sungguh membuatku jadi lebih enggan. Eh tapi itu hanya enggan. Aku akan tetap bertahan, setidaknya dipertemuan antara mataku dan pergantian malam, namamu selalu kudoakan. Maafkan aku. Jika tak lagi selalu ada. Menyambut hari² pentingmu. Yang jelas, aku selalu senang setiap tahu bahwa kamu dan keluargamu sehat.  Maafkan aku. Belum banyak mengirimkan banyak hadiah. Tapi yakinlah, bahwa itu bukan satu²nya simbolis tuk menandakan rasa sayangku. Semoga kabarmu baik² saja. Aku di sini sedang mencukupkan diri. Sedang memenuhi diri. Suatu saat, rasanya ingin kembali lagi bercengkrama seperti dulu. Jika masih diizinkan masuk.