Langsung ke konten utama
Sahabatku,
Beberapa waktu lalu, kita berjumpa?
Alhamdulillah, kalian baik-baik saja.

Aku masih terngiang oleh satu tetes air mata itu
Menyampaikan duka yang teramat dalam tentang sebuah kisah

Kita sama-sama tau, bahwa kita dan Tuhan saling mencintai
Namun, mengapa, kita tak mampu menjaga yang lain?

Sering ya, kita mengupayakan yang terbaik
Mengupgrade diri
Tapi, kita lupa,
Bahwa ternyata apa yang kita dapatkan dariNya merupakan suatu amanah
Tak bisa hanya berhenti di diri kita

Kita sama-sama tau, bahwa kita dan Tuhan saling merindu
Di selasar ini, kita pun sama-sama menangisi kisah selain hidup yang telah kita kisahkan

"Memang, memang kita tak berhak memaksa untuk menjadikan mereka sebagaimana yang kita inginkan. Tapi, kita punya kewajiban untuk menjaga mereka, saudariku. Semampu kita.!"

Banyak hikmah, sudut pandang baru yang aku dapat 
Ternyata tak cukup waktu sehari dua hari untuk meyoalkan semua ini.
Pun kita belum sempat bercerita tentang kita.

Bersediakah kau untuk bertemu lagi?





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Duhai, tahukah kamu?

Bahwa sebagian besar wanita itu pencemburu. Tidak penting nantinya 'kamu' dengan siapa. Yang terpenting adalah aku menyemogakan dirimu agar suatu saat nanti jika telah ada yang mendampingi, kau mengerti bagaimana cara menjaga hatinya. Duhai, pahamkah dirimu? Betapa tegarnya seorang wanita yang tersenyum Saat seorang yang dicintainya bercengkrama dengan 'teman'nya Saat seorang yang dicintainya menceritakan seorang perempuan selain ibunya Duhai, mau mengertikah kamu? Betapa teguhnya perasaan wanita Saat ia memahami, dirinya tak diperjuangkan Namun masih berusaha untuk menjaga hati Adamnya

Matematika Kehidupan

Sejak kecil sebelum rumus matematika semakin kompleks, kita dikenalkan lebih dulu dengan ping para lan suda (kali, bagi, tambah, kurang) Saat aku punya dua apel, apel itu akan habis pabila kubagikan kepada dua orang temenku. 2-2 = 0. Tapi. Sebentar. Bukankah 2-2=2? 2 dari mana? Dari pahala yang Allah berikan, insyaAllah Eh tapi jangan pakai rumus ini ya kalau lagi ngerjain soal matematika di sekolah.

Hai, Apa Kabar?

Hai, apa kabar yang sudah lama tak jumpa? Apa kabar yang sudah enggan menyapaku? Eh, atau aku yang enggan menyapa. Maafkan aku. Jika kamu rasa ada yang berbeda denganku. Bertahan atau pergi, adalah hak. Pun, aku takkan memaksamu bertahan, jika dirasa tidak nyaman. Di sebuah relasi yang membuatku asing, tak tau menau disaat yang lain diberi tau, sungguh membuatku jadi lebih enggan. Eh tapi itu hanya enggan. Aku akan tetap bertahan, setidaknya dipertemuan antara mataku dan pergantian malam, namamu selalu kudoakan. Maafkan aku. Jika tak lagi selalu ada. Menyambut hari² pentingmu. Yang jelas, aku selalu senang setiap tahu bahwa kamu dan keluargamu sehat.  Maafkan aku. Belum banyak mengirimkan banyak hadiah. Tapi yakinlah, bahwa itu bukan satu²nya simbolis tuk menandakan rasa sayangku. Semoga kabarmu baik² saja. Aku di sini sedang mencukupkan diri. Sedang memenuhi diri. Suatu saat, rasanya ingin kembali lagi bercengkrama seperti dulu. Jika masih diizinkan masuk.