Langsung ke konten utama

Di Angka ke Sebelas

Rayakanlah hari mu pada angka ini

Kau tak berhasil menangkap senyuman merah jambu
Yang saat kau ada, senyuman itu semakin memerah dan mengembang
Kau tak sadar siapa dirimu di mataku
Kau pun tak bertanya
Kau tak berhasil merasakan bahagia yang kurasakan,
Tak pula mampu mengerti caraku memaknai hadirmu
Kau tak berhasil memahami bahwa kau berharga, bagiku 

Kau,
Kau tak perlu memaksa diri tuk mengosongkan bagian dari hatimu untuk mengusahakan keberhasilan itu
Relakan saja aku hidup bersama makna yang barangkali jika kau tau, kau akan meluruskannya
Biarkan saja aku menemukan jawaban tentang segala tentangmu sendiri
Terima saja jika suatu waktu aku menyadari ketidakberadaanku di hatimu

Rayakanlah harimu pada angka ini,
Kau telah berhasil membuatku percaya,
Bahwa aku tak ada lagi

Pergilah,
Tak usah kau pikirkan lagi apa yang telah terjadi
Perasaanmu
Perasaanku
Akan menemukan cintanya sendiri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku mencintaimu karena Allah

Kepada teman baikku, semua tak terkecuali Satu hal yang sering kuimpi-impikan, melihat kita berkembang dan bertumbuh, membungkus perbekalan, hingga Allah SWT katakan cukup. Memerintah malaikat izrail tuk menjemput. Lalu impian selanjutnya untuk bertemu Rabb kita semakin dekat. Sesungguhnya, kuakui memang sulit meninggalkan cinta yang jadi fitrah kita. Sebagai aku yang tak pernah jauh dari perasaan itu, perlu proses panjang rasanya untuk tak ubahnya menasehati diri agar lebih sempurna dalam menyikapi cinta kepada makhluk. Pandai-pandai meluruskan niat dan mengembalikan segala kepadaNya. Pembuktian cinta kepada yang selalu mencintai kita tiada habisnya, sungguh panjang. Jangan pernah menyerah. Jangan pernah berhenti, meski harus merangkak.
Kulihat dari jauh, Matamu begitu sengit pada hujan Rintik demi rintik yang kau kira rindu itu, ternyata hanyalah pemudar senja Bibirmu bergerak, seakan mengeja ketakutan-ketakutan dalam diri Segenap keteguhanku seolah ingin menyambangimu Berbisik tentang gerangan yang tak kau relakan hilang "Tenanglah, Tuhan akan menjaga namamu dalam hatinya. Hujan takkan memudarkan namamu, ia akan membeningkan." Namun justru kau sendiri yang menjadi hujan dalam pikirmu. Memudarkannya.
Saringan Aku butuh saringan yang lebih lembut Agar lebih sedikit keburukan yang kulakukan Agar lebih mudah konsisten dengan hal-hal baik dan sesuai dengan ketentuanNya Untuk kuterapkan dalam hidupku