Langsung ke konten utama

TEntang (sebuah) MAntra kehidupaN



Pergilah jika ingin pergi. Di dunia ini, malam tetaplah malam. Sepi dan gelap. Bintang menjadi sesuatu yang didamba karena sinarnya yang terang dan mampu memberi nyawa keramaian. Kamu suka keramaian kan? Sedangkan aku adalah hening. Bulan dirindui keramahan lengkung senyum sabitnya. Ah tapi tak juga. Malam tetaplah malam. Sunyi. Jarang orang yang suka sunyi, jarang orang yang suka sepi. Tapi pada akhirnya hanya malam yang meminjamkan waktu merebahkan diri, dan bercengkrama dengan hati, sambil menunggu matahari.
Suatu saat ku semakin terjerembab dalam penjara yang menjebak satu persatu pemikiran. Suatu saat sekujur tubuhku kaku. Dan pada akhirnya pula, hanya Tuhan yang menyelamatkan aku.
Pergilah jika ingin pergi.
Karena sedari dulu ku menyadari, kau akan pergi. Mana ada yang mencintai malam tanpa bintang dan bulan?

Komentar