Langsung ke konten utama

Jadi Anak Kecil

Tidak biasanya kumembahas hal-hal seperti ini. Jarang aku membahas perasaan ini, kepercayaan pada orang-orang di sekitar. Sejauh ini, orang yang menerimaku, memerlakukan aku sama seperti yang lain, saat dia memeluk orang lain dia juga memelukku saat aku hadir, saat dia memberikan kehadirannya untuk orang lain, dia juga memberikan kehadirannya untukku. Tidak ada kesenjangan sama sekali. Ya, dia. 

Pada yang lain aku sering kali menjadi seseorang yang bahkan seperti sebuah kilas. Aku selalu bersama secara lahiriyah, namun ketika semua disebut hanya namaku yang tidak disebut. Kue ulang tahun, surprise, dan banyak hal. Aku baru sadar, aku banyak mengamati mengenai perlakuan orang lain kepadaku dan kepada yang lainnya. Kadang aku menilai seberapa besar seseorang berarti di mata dan hati orang lain dari apa yang ia beri. Tenaga, pikiran, perasaan, dan waktu. Aku tak mendapatkan itu, kecuali dari dia. Sejauh ini aku mampu menjelaskan hal-hal yang melatarbelakangi itu. Esok jika kutakmampu lagi, tak tau apa yang akan kualami. 

Dia adalah orang tuaku, saudaraku, dan sahabat yang sering kupanggil Ei, Dn, Nr.

Ah, sepertinya aku sedang menjadi anak kecil malam ini. Yang merengek karena tidak dikasih  permen saat yang lain dikasih.

Kalau dah kembali dewasa lagi, inget prinsip ya. Memberi bukan Diberi. Mandiri bukan Bergantung. Meyakinkan bukan Diyakinkan. Menyapa bukan disapa. Memaafkan dan (semoga) dimaafkan. Menyayangi bukan membenci. Ikhlas bukan dendam. Memahami bukan dipahami. Memperbaiki bukan menyesali. Dan lain sebagainya. Biasakan hatimu aktif, NO pasif!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rumah Pohon, Kebun Teh dan Basket

Sejak kapan kamu mengenal rumah pohon, kebun teh dan basket? Sejak ada film yang berjudul My Heart. Rachel, Farel dan Luna menjadi pemain utamanya. Yuki Kato memerankan Rachel dan Irshadi Bagas memerankan Farel. Jujur dulu aku tak begitu suka tokoh Luna, jadi nama pemerannya pun tidak ingat sampai sekarang, kecuali pemeran versi dewasa yaitu Acha.  Banyak hal yang kutiru di sana. OMG betapa besar efek film My Heart bagi diriku waktu itu. Kebetulan waktu kecil aku memang tomboy sekali. Hal itu membuat teman SD sering memadankan aku dengan tokoh Rachel. Aku mulai berimajinasi bahwa kota Bogor serindang yang diilustrasikan di dalam film. Persahabatan seindah yang diperankan. Bermain di kebun teh seasik di lakon film. Basket pun. Saat itu aku bermimpi bisa main ke Bogor mengunjungi danau dengan dua perahu yang dinaiki Rachel dan Farel, naik ke rumah pohon mereka trus main ke kebun teh yang dingin dan sejuk. Dulu entah mengapa pengin banget tinggal di Bogor. Iya, bermula dari...

Perjalanan

Aku yakin kita tak pernah dalam satu rel kereta Sehingga kamu sering membunyikan peluitmu Hanya untuk memberi tanda kepadaku tentang jalan itu Atau tentang luka yang tampak di balik jendela kereta Mungkin juga tentang bahagia Kamu sering memejamkan matamu, bercerita tentang kenyamanan Atau lelahmu Kamu selalu memberitahuku tentang siapa saja yang telah dan ingin kau temui Dari jauh aku mencoba memahami lekuk-lekuk kehidupanmu Kamu sering melambaikan tangan sebagai simbolis perpisahan kita Kamu bilang, kita berbeda kereta kamu eksekutif aku ekonomi Kamu bilang, aku masih belum waktunya untuk berjalan terus Aku perlu berhenti sejanak Belum ada apa-apa di dalam tas selempangku Masih kosong melompong, katamu Tetapi, setiap dari perkataan yang kau ucap Tak bermakna buruk bagiku Justru aku semakin yakin untuk membuang kantong-kantong bimbang Segera menyusulmu, Turun tanpa bermaksud menemukanmu Duhai, Rel sepaket dengan bantalannya Kereta sepaket dengan gerbong dan mas...

InsyaAllah

InsyaAllah InsyaAllah aku tau yang kau maksud InsyaAllah aku tau bagaimana memposisikannya InsyaAllah aku tau apa yang kamu maksud itu InsyaAllah aku tau bahwa ternyata kamu Ternyata kamu adalah perantara Tuhan untuk menguji kesabaranku InsyaAllah, aku memang butiran jasjus, namun mampu mengobati kehausanmu tatkala kukumpulkan segala butiran yg kupunya Terimakasih, insyaAllah aq tak se-oon itu