Langsung ke konten utama

Untuk yang Terakhir Kalinya

Untuk yang terakhir kalinya.
Sebelum aku benar benar akan pergi. Ketika kamu sudah mulai sulit mengingatku. Atau bahkan mulai enggan memanggil perasaanmu yang dulu.

Untuk yang terakhir kalinya.
Barangkali kamu akan bergerak menjauh atau mendekat.
Sebagai orang yang masih mencintaimu, kuingin memberitahu,
Bahwa perasaan-perasaan itu masih berada di dermaga yang sama. 
Sama persis.

Untuk yang terakhir kalinya.
Kuingin bilang padamu, bahwa kemarin aku menunggumu. Dan sekarang aku ingin pulang.

Besok, semoga kau menjemput orang yang tepat, tanpa membuat orang itu tau perasaanmu dan menunggu meski tanpa kau pinta. 

Untuk yang terakhir kalinya.
Sebagai orang yang pernah hidup dalam perasaanmu.
Tak bisakah kau bilang padaku?
Tentang apapun yang membuatku tenang, sebelum beranjak pergi.

Komentar

  1. "Realita perasaan seorang perempuan"..... kita bisa apa? haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru liat balesan kamu. Hahaha, begitulah ya kira-kira salah satu realitanya :D

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku mencintaimu karena Allah

Kepada teman baikku, semua tak terkecuali Satu hal yang sering kuimpi-impikan, melihat kita berkembang dan bertumbuh, membungkus perbekalan, hingga Allah SWT katakan cukup. Memerintah malaikat izrail tuk menjemput. Lalu impian selanjutnya untuk bertemu Rabb kita semakin dekat. Sesungguhnya, kuakui memang sulit meninggalkan cinta yang jadi fitrah kita. Sebagai aku yang tak pernah jauh dari perasaan itu, perlu proses panjang rasanya untuk tak ubahnya menasehati diri agar lebih sempurna dalam menyikapi cinta kepada makhluk. Pandai-pandai meluruskan niat dan mengembalikan segala kepadaNya. Pembuktian cinta kepada yang selalu mencintai kita tiada habisnya, sungguh panjang. Jangan pernah menyerah. Jangan pernah berhenti, meski harus merangkak.
Kulihat dari jauh, Matamu begitu sengit pada hujan Rintik demi rintik yang kau kira rindu itu, ternyata hanyalah pemudar senja Bibirmu bergerak, seakan mengeja ketakutan-ketakutan dalam diri Segenap keteguhanku seolah ingin menyambangimu Berbisik tentang gerangan yang tak kau relakan hilang "Tenanglah, Tuhan akan menjaga namamu dalam hatinya. Hujan takkan memudarkan namamu, ia akan membeningkan." Namun justru kau sendiri yang menjadi hujan dalam pikirmu. Memudarkannya.
Saringan Aku butuh saringan yang lebih lembut Agar lebih sedikit keburukan yang kulakukan Agar lebih mudah konsisten dengan hal-hal baik dan sesuai dengan ketentuanNya Untuk kuterapkan dalam hidupku