Langsung ke konten utama

Untuk yang Selalu Rela, Merelakan

Awan tak meminta pelangi dari hujan
Ia merasa cukup, bertahan dengan harapannya agar tetap putih
Bertahan dengan impiannya agar tetap cerah

Sayangnya, ia tetap luluh hati
Ketika telinganya mendengar ribuan umat meminta aliran air dari dirinya
Dia mendengar
dan merapuhkan harapannya

Namun,
Kulihat dia tetap tersenyum dan bahagia
Baik-baik saja
Tak ada muram pun suram
Ah, mungkin ia memendam dan menguburnya dalam-dalam

Pada akhirnya kerelaan menjadikannya mendung 
Awan yang menghitam
Menutupi langit-langit bumi cinta
Air matanya menetes deras
Ia tak cukup keras mempertahankan harapannya
Matanya berlinang dan terus tertutup matanya takut
Takut melihat dirinya sendiri

Jika aku bintang aku akan datang menyinarinya  
Jika aku mentari, aku akan datang menghangatkannya
Jika aku bulan, aku akan datang menenangkannya
Pun jika aku berkumpul menjadi kami
Kami akan berbisik dan membuka pintu hatinya:
Bukalah matamu,
lihat segala aliran air yang jatuh dari kerelaanmu,
lihat wajah-wajah yang menerima dingin airmu
baca tulisan para pujangga tentangmu
baca syair-syair romantis tentang kesedihan hatimu, tentang kerelaanmu sekali lagi,
yang sering dinamai HUJAN
Tiada yang sedih karena hujan,
Para petani bersujud dengan segenap rasa syukurnya
Akupun selalu rindu,

Bukalah matamu dan bahagialah
Bahwa rasa sedihmu, ternyata manfaat
Tersenyumlah kau kan putih kembali karenanya
Sebentar lagi pelangi akan memeluk dirimu

Terimakasih untuk warna-warni yang telah kau relakan, untukku



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rumah Pohon, Kebun Teh dan Basket

Sejak kapan kamu mengenal rumah pohon, kebun teh dan basket? Sejak ada film yang berjudul My Heart. Rachel, Farel dan Luna menjadi pemain utamanya. Yuki Kato memerankan Rachel dan Irshadi Bagas memerankan Farel. Jujur dulu aku tak begitu suka tokoh Luna, jadi nama pemerannya pun tidak ingat sampai sekarang, kecuali pemeran versi dewasa yaitu Acha.  Banyak hal yang kutiru di sana. OMG betapa besar efek film My Heart bagi diriku waktu itu. Kebetulan waktu kecil aku memang tomboy sekali. Hal itu membuat teman SD sering memadankan aku dengan tokoh Rachel. Aku mulai berimajinasi bahwa kota Bogor serindang yang diilustrasikan di dalam film. Persahabatan seindah yang diperankan. Bermain di kebun teh seasik di lakon film. Basket pun. Saat itu aku bermimpi bisa main ke Bogor mengunjungi danau dengan dua perahu yang dinaiki Rachel dan Farel, naik ke rumah pohon mereka trus main ke kebun teh yang dingin dan sejuk. Dulu entah mengapa pengin banget tinggal di Bogor. Iya, bermula dari...

Perjalanan

Aku yakin kita tak pernah dalam satu rel kereta Sehingga kamu sering membunyikan peluitmu Hanya untuk memberi tanda kepadaku tentang jalan itu Atau tentang luka yang tampak di balik jendela kereta Mungkin juga tentang bahagia Kamu sering memejamkan matamu, bercerita tentang kenyamanan Atau lelahmu Kamu selalu memberitahuku tentang siapa saja yang telah dan ingin kau temui Dari jauh aku mencoba memahami lekuk-lekuk kehidupanmu Kamu sering melambaikan tangan sebagai simbolis perpisahan kita Kamu bilang, kita berbeda kereta kamu eksekutif aku ekonomi Kamu bilang, aku masih belum waktunya untuk berjalan terus Aku perlu berhenti sejanak Belum ada apa-apa di dalam tas selempangku Masih kosong melompong, katamu Tetapi, setiap dari perkataan yang kau ucap Tak bermakna buruk bagiku Justru aku semakin yakin untuk membuang kantong-kantong bimbang Segera menyusulmu, Turun tanpa bermaksud menemukanmu Duhai, Rel sepaket dengan bantalannya Kereta sepaket dengan gerbong dan mas...

InsyaAllah

InsyaAllah InsyaAllah aku tau yang kau maksud InsyaAllah aku tau bagaimana memposisikannya InsyaAllah aku tau apa yang kamu maksud itu InsyaAllah aku tau bahwa ternyata kamu Ternyata kamu adalah perantara Tuhan untuk menguji kesabaranku InsyaAllah, aku memang butiran jasjus, namun mampu mengobati kehausanmu tatkala kukumpulkan segala butiran yg kupunya Terimakasih, insyaAllah aq tak se-oon itu