Langsung ke konten utama

Apalah Arti Damai, Jika Masih Ada yang Belum Selesai

Berdamai di luar hati sangatlah mudah :)
Namun itu tak mampu menghapus sisa-sisa noda yang hinggap dan mungkin akan terus hidup di dalamnya
Memaafkan amatlah mudah
Namun percaya sangatlah susah untuk tumbuh subur kembali
Percaya amatlah susah
Bukan karena kuberharap kau menjadi seperti yang kuharapkan
Karena sedari dulu kumenerima kau apa adanya
Seburuk apapun dirimu, sebagaimana teman-temanku memandang dirimu
Menerima segala kelebihan dan kekuranganmu amatlah mudah bagiku
Aku akan dengan mudah setia denganmu
Aku akan dengan mudah menolongmu
Aku akan dengan mudah mendengarkanmu
Aku akan dengan mudah baik padamu
Aku hanya susah menerima topeng-topeng itu
Topeng yang membuatku susah membedakan siapa dirimu
Aku hanya susah menerima kepalsuan

Hanya itu

Jika senja ini aku masih masam memandang matau
Mungkin penyakit hatiku sedang kambuh
Jika senja ini segala tubuhku menghindarimu
Mungkin di dalam sana ada yang kesakitan

Maka maafkanlah aku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Duhai, tahukah kamu?

Bahwa sebagian besar wanita itu pencemburu. Tidak penting nantinya 'kamu' dengan siapa. Yang terpenting adalah aku menyemogakan dirimu agar suatu saat nanti jika telah ada yang mendampingi, kau mengerti bagaimana cara menjaga hatinya. Duhai, pahamkah dirimu? Betapa tegarnya seorang wanita yang tersenyum Saat seorang yang dicintainya bercengkrama dengan 'teman'nya Saat seorang yang dicintainya menceritakan seorang perempuan selain ibunya Duhai, mau mengertikah kamu? Betapa teguhnya perasaan wanita Saat ia memahami, dirinya tak diperjuangkan Namun masih berusaha untuk menjaga hati Adamnya

Matematika Kehidupan

Sejak kecil sebelum rumus matematika semakin kompleks, kita dikenalkan lebih dulu dengan ping para lan suda (kali, bagi, tambah, kurang) Saat aku punya dua apel, apel itu akan habis pabila kubagikan kepada dua orang temenku. 2-2 = 0. Tapi. Sebentar. Bukankah 2-2=2? 2 dari mana? Dari pahala yang Allah berikan, insyaAllah Eh tapi jangan pakai rumus ini ya kalau lagi ngerjain soal matematika di sekolah.

Hai, Apa Kabar?

Hai, apa kabar yang sudah lama tak jumpa? Apa kabar yang sudah enggan menyapaku? Eh, atau aku yang enggan menyapa. Maafkan aku. Jika kamu rasa ada yang berbeda denganku. Bertahan atau pergi, adalah hak. Pun, aku takkan memaksamu bertahan, jika dirasa tidak nyaman. Di sebuah relasi yang membuatku asing, tak tau menau disaat yang lain diberi tau, sungguh membuatku jadi lebih enggan. Eh tapi itu hanya enggan. Aku akan tetap bertahan, setidaknya dipertemuan antara mataku dan pergantian malam, namamu selalu kudoakan. Maafkan aku. Jika tak lagi selalu ada. Menyambut hari² pentingmu. Yang jelas, aku selalu senang setiap tahu bahwa kamu dan keluargamu sehat.  Maafkan aku. Belum banyak mengirimkan banyak hadiah. Tapi yakinlah, bahwa itu bukan satu²nya simbolis tuk menandakan rasa sayangku. Semoga kabarmu baik² saja. Aku di sini sedang mencukupkan diri. Sedang memenuhi diri. Suatu saat, rasanya ingin kembali lagi bercengkrama seperti dulu. Jika masih diizinkan masuk.