Langsung ke konten utama

Apalah Arti Damai, Jika Masih Ada yang Belum Selesai

Berdamai di luar hati sangatlah mudah :)
Namun itu tak mampu menghapus sisa-sisa noda yang hinggap dan mungkin akan terus hidup di dalamnya
Memaafkan amatlah mudah
Namun percaya sangatlah susah untuk tumbuh subur kembali
Percaya amatlah susah
Bukan karena kuberharap kau menjadi seperti yang kuharapkan
Karena sedari dulu kumenerima kau apa adanya
Seburuk apapun dirimu, sebagaimana teman-temanku memandang dirimu
Menerima segala kelebihan dan kekuranganmu amatlah mudah bagiku
Aku akan dengan mudah setia denganmu
Aku akan dengan mudah menolongmu
Aku akan dengan mudah mendengarkanmu
Aku akan dengan mudah baik padamu
Aku hanya susah menerima topeng-topeng itu
Topeng yang membuatku susah membedakan siapa dirimu
Aku hanya susah menerima kepalsuan

Hanya itu

Jika senja ini aku masih masam memandang matau
Mungkin penyakit hatiku sedang kambuh
Jika senja ini segala tubuhku menghindarimu
Mungkin di dalam sana ada yang kesakitan

Maka maafkanlah aku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku mencintaimu karena Allah

Kepada teman baikku, semua tak terkecuali Satu hal yang sering kuimpi-impikan, melihat kita berkembang dan bertumbuh, membungkus perbekalan, hingga Allah SWT katakan cukup. Memerintah malaikat izrail tuk menjemput. Lalu impian selanjutnya untuk bertemu Rabb kita semakin dekat. Sesungguhnya, kuakui memang sulit meninggalkan cinta yang jadi fitrah kita. Sebagai aku yang tak pernah jauh dari perasaan itu, perlu proses panjang rasanya untuk tak ubahnya menasehati diri agar lebih sempurna dalam menyikapi cinta kepada makhluk. Pandai-pandai meluruskan niat dan mengembalikan segala kepadaNya. Pembuktian cinta kepada yang selalu mencintai kita tiada habisnya, sungguh panjang. Jangan pernah menyerah. Jangan pernah berhenti, meski harus merangkak.
Kulihat dari jauh, Matamu begitu sengit pada hujan Rintik demi rintik yang kau kira rindu itu, ternyata hanyalah pemudar senja Bibirmu bergerak, seakan mengeja ketakutan-ketakutan dalam diri Segenap keteguhanku seolah ingin menyambangimu Berbisik tentang gerangan yang tak kau relakan hilang "Tenanglah, Tuhan akan menjaga namamu dalam hatinya. Hujan takkan memudarkan namamu, ia akan membeningkan." Namun justru kau sendiri yang menjadi hujan dalam pikirmu. Memudarkannya.
Saringan Aku butuh saringan yang lebih lembut Agar lebih sedikit keburukan yang kulakukan Agar lebih mudah konsisten dengan hal-hal baik dan sesuai dengan ketentuanNya Untuk kuterapkan dalam hidupku