Langsung ke konten utama

Apalah Arti Damai, Jika Masih Ada yang Belum Selesai

Berdamai di luar hati sangatlah mudah :)
Namun itu tak mampu menghapus sisa-sisa noda yang hinggap dan mungkin akan terus hidup di dalamnya
Memaafkan amatlah mudah
Namun percaya sangatlah susah untuk tumbuh subur kembali
Percaya amatlah susah
Bukan karena kuberharap kau menjadi seperti yang kuharapkan
Karena sedari dulu kumenerima kau apa adanya
Seburuk apapun dirimu, sebagaimana teman-temanku memandang dirimu
Menerima segala kelebihan dan kekuranganmu amatlah mudah bagiku
Aku akan dengan mudah setia denganmu
Aku akan dengan mudah menolongmu
Aku akan dengan mudah mendengarkanmu
Aku akan dengan mudah baik padamu
Aku hanya susah menerima topeng-topeng itu
Topeng yang membuatku susah membedakan siapa dirimu
Aku hanya susah menerima kepalsuan

Hanya itu

Jika senja ini aku masih masam memandang matau
Mungkin penyakit hatiku sedang kambuh
Jika senja ini segala tubuhku menghindarimu
Mungkin di dalam sana ada yang kesakitan

Maka maafkanlah aku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Bulan September

Rasa yang Menyiksa (gores pena: Galih Ratna Puri Palupi) Semua ini tentang cinta Tak jelas, namun menyesakkan dada Galau ingin bejumpa Rindu ingin bersua Namun bertemu memungkinkan aku tuk membungkam cerita Memilih diam menikmati alirannya Tapi dosa menjadi batasnya Hati pasrah menangis dibuatnya Semua tentang cinta Yang harus datang tepat pada waktunya Tapi tak kunjung diperjelaskan Mengundang harap dan tanya keraguan Terbersit dan mengalun di hati begitu saja Tak jelas kemana arahnya Pun tak memahami duka cita menjaga diri Ya, aku menjaganya Walau kering sudah kesabaran diri Untuk acuh dengan kabar tentangnya Ce i en te a Kau

Unfollow

Rasa-rasanya aku ingin sekali memencet tombol itu. Kemudian menitipkan nafasku kepada kamu yang didamba hadirnya Kepada kamu yang ingin lebih lama menjejak di bumi Rasa-rasanya aku ingin menekan tombol itu Lalu kutitipkan rasa cinta sepaket dengan ketulusannya, kesetiaan dan kesabaran menunggu.. Kepada ia yang kamu harapkan

Bebas

Untuk Dia yang Kuinginkan Gores pena: Galih Ratna Puri Palupi Di sudut dermaga Aku terjerembab dalam lembayung senja Erat dengan perahu-perahu yang lekat dengan jerat temalinya Di sudut, tempat ribuan kristal menyelinap dalam butiran pasir Tak sempat kunyatakan Tak mampu kuungkapkan Bunga-bunga hati yang menghiasi empunya Di kepalanya menjulur kain   hijau toska Tak pernah terlihat belaian demi belaian rambutnya Lembut ku lihat lengkungan senyumnya Membersamai bintang yang membias sinarnya Diantara samudera Di sudut dermaga Dia saksikan purnama dalam temaram Ditulis dengan pena kerinduannya Tuhan, pertemukan kami di SurgaMu -Surakarta, 21 Februari 2014-