Langsung ke konten utama

Bebas



Untuk Dia yang Kuinginkan
Gores pena: Galih Ratna Puri Palupi

Di sudut dermaga
Aku terjerembab dalam lembayung senja
Erat dengan perahu-perahu yang lekat dengan jerat temalinya
Di sudut, tempat ribuan kristal menyelinap dalam butiran pasir
Tak sempat kunyatakan
Tak mampu kuungkapkan
Bunga-bunga hati yang menghiasi empunya

Di kepalanya menjulur kain  hijau toska
Tak pernah terlihat belaian demi belaian rambutnya
Lembut ku lihat lengkungan senyumnya
Membersamai bintang yang membias sinarnya
Diantara samudera

Di sudut dermaga
Dia saksikan purnama dalam temaram
Ditulis dengan pena kerinduannya
Tuhan, pertemukan kami di SurgaMu
-Surakarta, 21 Februari 2014-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Bulan September

Rasa yang Menyiksa (gores pena: Galih Ratna Puri Palupi) Semua ini tentang cinta Tak jelas, namun menyesakkan dada Galau ingin bejumpa Rindu ingin bersua Namun bertemu memungkinkan aku tuk membungkam cerita Memilih diam menikmati alirannya Tapi dosa menjadi batasnya Hati pasrah menangis dibuatnya Semua tentang cinta Yang harus datang tepat pada waktunya Tapi tak kunjung diperjelaskan Mengundang harap dan tanya keraguan Terbersit dan mengalun di hati begitu saja Tak jelas kemana arahnya Pun tak memahami duka cita menjaga diri Ya, aku menjaganya Walau kering sudah kesabaran diri Untuk acuh dengan kabar tentangnya Ce i en te a Kau

Unfollow

Rasa-rasanya aku ingin sekali memencet tombol itu. Kemudian menitipkan nafasku kepada kamu yang didamba hadirnya Kepada kamu yang ingin lebih lama menjejak di bumi Rasa-rasanya aku ingin menekan tombol itu Lalu kutitipkan rasa cinta sepaket dengan ketulusannya, kesetiaan dan kesabaran menunggu.. Kepada ia yang kamu harapkan