Langsung ke konten utama

Puisi Bulan September

Rasa yang Menyiksa
(gores pena: Galih Ratna Puri Palupi)

Semua ini tentang cinta
Tak jelas, namun menyesakkan dada
Galau ingin bejumpa
Rindu ingin bersua
Namun bertemu memungkinkan aku tuk membungkam cerita
Memilih diam menikmati alirannya
Tapi dosa menjadi batasnya
Hati pasrah menangis dibuatnya
Semua tentang cinta
Yang harus datang tepat pada waktunya
Tapi tak kunjung diperjelaskan
Mengundang harap dan tanya keraguan
Terbersit dan mengalun di hati begitu saja
Tak jelas kemana arahnya
Pun tak memahami duka cita menjaga diri
Ya, aku menjaganya
Walau kering sudah kesabaran diri
Untuk acuh dengan kabar tentangnya
Ce i en te a
Kau

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Unfollow

Rasa-rasanya aku ingin sekali memencet tombol itu. Kemudian menitipkan nafasku kepada kamu yang didamba hadirnya Kepada kamu yang ingin lebih lama menjejak di bumi Rasa-rasanya aku ingin menekan tombol itu Lalu kutitipkan rasa cinta sepaket dengan ketulusannya, kesetiaan dan kesabaran menunggu.. Kepada ia yang kamu harapkan

Bebas

Untuk Dia yang Kuinginkan Gores pena: Galih Ratna Puri Palupi Di sudut dermaga Aku terjerembab dalam lembayung senja Erat dengan perahu-perahu yang lekat dengan jerat temalinya Di sudut, tempat ribuan kristal menyelinap dalam butiran pasir Tak sempat kunyatakan Tak mampu kuungkapkan Bunga-bunga hati yang menghiasi empunya Di kepalanya menjulur kain   hijau toska Tak pernah terlihat belaian demi belaian rambutnya Lembut ku lihat lengkungan senyumnya Membersamai bintang yang membias sinarnya Diantara samudera Di sudut dermaga Dia saksikan purnama dalam temaram Ditulis dengan pena kerinduannya Tuhan, pertemukan kami di SurgaMu -Surakarta, 21 Februari 2014-