Langsung ke konten utama

Rindu Mentari Kemarin

Allah hadirkan sebuah rasa pada diriku. Rasa rasa yang menyiksa dan penuh dosa jika tak kujaga. Oh, apa ini suka ataukah duka? Ini dusta atau benar-benar cinta? Oh, aku tersiksa, bingung bingung bingung. Bingung di mana raga di mana nyawa. Ling lung.

Allah hadirkan sebuah cerita lewat dua mata. Hanya dua mata kemudian ia muncul dan mengalir begitu saja.
Cerita yang membuatku begitu tersiksa. Membutakan dua sudut jiwa. Oh, inikah rasanya? Ini apa oh ini apa? Tersiksa aku kaku takut terhadang nestapa. Rabb, ini apa? Cerita ini, aku tak sanggup menyambungnya. Cerita ini tiada temu dengan yang pasti.

Allah, kau kembali bangkitkan rasa yang dulu putuskan asa.
Kau bangkitkan kembali kemudian aku tersiksa.
Aku belum pantas mengatakannya cinta
Aku ingin berjalan seperti biasa
Tersenyum lega dengan dia yang kau jadikan tokoh utama

Semoga sajak ini tak lagi tertulis di depan sang surya
Yang kemarin masih bersuka cita menyapa berkilau cahaya
Betapa rindu
Rindu
Rabb, gantikan dia menjadi siluet murni.
Jika diujung waktu kitalah tangan yang tergenggam.

UntukMu, Aku dan Diaku.
Biar dulu kurindukan Mentari kemarin

-Kos Kepatihan, 7 Oktober 2014, dalam kebisuan hati yang mendalam-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rumah Pohon, Kebun Teh dan Basket

Sejak kapan kamu mengenal rumah pohon, kebun teh dan basket? Sejak ada film yang berjudul My Heart. Rachel, Farel dan Luna menjadi pemain utamanya. Yuki Kato memerankan Rachel dan Irshadi Bagas memerankan Farel. Jujur dulu aku tak begitu suka tokoh Luna, jadi nama pemerannya pun tidak ingat sampai sekarang, kecuali pemeran versi dewasa yaitu Acha.  Banyak hal yang kutiru di sana. OMG betapa besar efek film My Heart bagi diriku waktu itu. Kebetulan waktu kecil aku memang tomboy sekali. Hal itu membuat teman SD sering memadankan aku dengan tokoh Rachel. Aku mulai berimajinasi bahwa kota Bogor serindang yang diilustrasikan di dalam film. Persahabatan seindah yang diperankan. Bermain di kebun teh seasik di lakon film. Basket pun. Saat itu aku bermimpi bisa main ke Bogor mengunjungi danau dengan dua perahu yang dinaiki Rachel dan Farel, naik ke rumah pohon mereka trus main ke kebun teh yang dingin dan sejuk. Dulu entah mengapa pengin banget tinggal di Bogor. Iya, bermula dari...

Sepucuk Surat

Kau mungkin akan menulis isi yang berbeda dengan sepucuk surat satu tahun lalu. Iya, kau bukan kamu setahun yang lalu. Perasaan-perasaan yang kau jiwai dalam putik syair, kurasa tak berdaya lagi sekarang Tak apa, Allah tlah tentukan kenyataan terbaik.. Selalulah menempuh penerimaan terbaik :))) Selamat menempuh ibadah selanjutnya..

Dulu Begini, Sekarang Begitu

"Kamu yang DULU kalau (difoto selalu nutupin muka, kalau ga cuma mau difoto punggungnya, atau sok candid biar muka ga nampak semua) itu kan?" atau "Ih, apaansih kayanya kemaren mau-mau aja difoto, DPnya juga foto selfie, close up malah..sekarang kenapa ga masang foto selfie lagi? Itu kenapa foto2 di IG, FB jadi ga ada foto kamu sendirian, semuanya wefie kalau ga cuma foto nampak belakang doang?" Mungkin ini bakalan ngejleb banget apalagi kalau yang baca adalah anak rohis atau alumni rohis yang bermetamorphosa di jalannya masing-masing :') Gengs, itu bukan sesempit memperbincangkan masalah foto, lebih dalem dari itu. Nangkep ga? Itu sama kaya kekata, "Dulu berhijab sekarang tidak" dan lain-lain. Biarlah, tiap-tiap dari kita punya prosesnya masing-masing, punya prinsip sendiri-sendiri. Semoga kita termasuk manusia yang jalannya ke depan menjadi lebih baik dari yang dulu dan tetap istiqomah dalam kebaikan :') amin. No sebel atau kes...