Langsung ke konten utama

Di Balik Harapan, Allah Sampaikan Makna

Jika dipirkir, hidup memang semakin berliku. Semakin dewasa semakin tajam likunya. Dan tanpa disadari, itulah pendewasaan. Dengan kemampuan yang berbatas, kita dituntut untuk memiliki kemampuan yang  tak berbatas. Nyatanya, manusia memang memiliki kemampuan tak berbatas, jika ia mau mencoba dan berusaha.

Keberadaan orang lain memang memberi pengaruh pada kita. Orang lain dengan ujung dunia yang berbeda, bersalaman dengan kita. Tiba-tiba masuk dalam hidup kita dan menilai siapa kita. Mengritik dan berpendapat tentang yang seharusnya dan yang sebaiknya.

Dengarlah, sahabatku. Bersabarlah, dengan apa yang tak kau inginkan. Serta, bersyukurlah dengan yang telah kau inginkan. Karena hidup ternyata memang bergini. Akupun juga tak mengerti, mengapa penilaian orang lain berkontribusi besar dalam membentuk sikap serta pikiran kita.

Awalnya, aku benci dengan penilaian mereka yang salah tentang diri ini. Bersikap berbeda dengannya, mencoba untuk mengabaikan kata-katanya. Hmm.. jenuh rasanya menhadapi suaranya. Namun, Allah menemukan aku pada suatu hal yang membuatku harus kembali bersabar. Bukankah kita semua tau, jika ingin menjadi orang yang penyabar, tempuh dulu ujian kesabarannya?:)

Di balik harapan, ternyata Allah sampaikan makna tersirat. Seolah hanya yang mampu memaknai, yang mampu menerima maknanya:).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rumah Pohon, Kebun Teh dan Basket

Sejak kapan kamu mengenal rumah pohon, kebun teh dan basket? Sejak ada film yang berjudul My Heart. Rachel, Farel dan Luna menjadi pemain utamanya. Yuki Kato memerankan Rachel dan Irshadi Bagas memerankan Farel. Jujur dulu aku tak begitu suka tokoh Luna, jadi nama pemerannya pun tidak ingat sampai sekarang, kecuali pemeran versi dewasa yaitu Acha.  Banyak hal yang kutiru di sana. OMG betapa besar efek film My Heart bagi diriku waktu itu. Kebetulan waktu kecil aku memang tomboy sekali. Hal itu membuat teman SD sering memadankan aku dengan tokoh Rachel. Aku mulai berimajinasi bahwa kota Bogor serindang yang diilustrasikan di dalam film. Persahabatan seindah yang diperankan. Bermain di kebun teh seasik di lakon film. Basket pun. Saat itu aku bermimpi bisa main ke Bogor mengunjungi danau dengan dua perahu yang dinaiki Rachel dan Farel, naik ke rumah pohon mereka trus main ke kebun teh yang dingin dan sejuk. Dulu entah mengapa pengin banget tinggal di Bogor. Iya, bermula dari...

Perjalanan

Aku yakin kita tak pernah dalam satu rel kereta Sehingga kamu sering membunyikan peluitmu Hanya untuk memberi tanda kepadaku tentang jalan itu Atau tentang luka yang tampak di balik jendela kereta Mungkin juga tentang bahagia Kamu sering memejamkan matamu, bercerita tentang kenyamanan Atau lelahmu Kamu selalu memberitahuku tentang siapa saja yang telah dan ingin kau temui Dari jauh aku mencoba memahami lekuk-lekuk kehidupanmu Kamu sering melambaikan tangan sebagai simbolis perpisahan kita Kamu bilang, kita berbeda kereta kamu eksekutif aku ekonomi Kamu bilang, aku masih belum waktunya untuk berjalan terus Aku perlu berhenti sejanak Belum ada apa-apa di dalam tas selempangku Masih kosong melompong, katamu Tetapi, setiap dari perkataan yang kau ucap Tak bermakna buruk bagiku Justru aku semakin yakin untuk membuang kantong-kantong bimbang Segera menyusulmu, Turun tanpa bermaksud menemukanmu Duhai, Rel sepaket dengan bantalannya Kereta sepaket dengan gerbong dan mas...

InsyaAllah

InsyaAllah InsyaAllah aku tau yang kau maksud InsyaAllah aku tau bagaimana memposisikannya InsyaAllah aku tau apa yang kamu maksud itu InsyaAllah aku tau bahwa ternyata kamu Ternyata kamu adalah perantara Tuhan untuk menguji kesabaranku InsyaAllah, aku memang butiran jasjus, namun mampu mengobati kehausanmu tatkala kukumpulkan segala butiran yg kupunya Terimakasih, insyaAllah aq tak se-oon itu