Langsung ke konten utama

Kontemplasi

Kehidupan setelah wisuda membuatku semakin butuh ruang dan waktu untuk kontemplasi. Ga cuma itu. Di saat temen-temen ku yang lain sedang fokus pada pencapaiannya di dunia kerja, rasanya semakin kaku untuk sekedar mengajak mereka bertemu dan berdiskusi. Pada akhirnya lagi-lagi aku yang harus paham dengan kondisi ini, mengabaikan diriku yang sebenernya rindu buat dipahami. Ya, memang harus paham. Dan ketika aku paham, pikiranku justru semakin rebah, dan berubah. Aku jadi butuh teman hidup. Semata karna aku ingin punya temen buat mendiskusikan segala hal, dunia dan akhirat.

Mendekat kepada Allah adalah satu-satunya solusi agar aku tetap bersyukur, tenang dan sabar. Kadang saat benar-benar buntu, aku ingin menutup mata. Dan mulai memberi kesempatan hati untuk menceritakan segalanya pada Allah. Meskipun tanpa aku harus bercerita, Allah udah mengetahui. Setidaknya katarsis melalui ini lebih aman, daripada bercerita dan curhat kepada lawan jenis. 

Sekarang media sosial semakin rumit. Aku rindu yang sederhana. Yang hanya bisa buat chat aja, ga ada fitur story yang seperti jendela. Dari jendela itu kita bebas melihat kehidupan orang lain dan tanpa sadar membandingkan dengan kehidupan kita. 

Kadang aku ingin pergi berkelana. Tanpa harus menjelaskan tujuanku. Dan dalam perjalanan itu, aku berharap Ia pertemukan dengan seorang. Yang bikin aku nyaman membicarakan kekurangan-kekuranganku, tanpa harus meninggalkan bekas rasa bersalah dan merasa rendah karena telah menceritakannya. Aku butuh ketemu orang yang bisa secara langsung menyampaikan pendapatnya tentang diriku, tanpa ngebatin dan akhirnya tidak berpengaruh apa-apa. Aku butuh ketemu seorang yang mau untuk saling membantu selesai dengan diri kita masing-masing.

Sesekali aku ingin bilang pada seseorang, menyoal sesuatu yang kutunggu kejelasannya. Tapi aku sudah terlanjur pasrah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rumah Pohon, Kebun Teh dan Basket

Sejak kapan kamu mengenal rumah pohon, kebun teh dan basket? Sejak ada film yang berjudul My Heart. Rachel, Farel dan Luna menjadi pemain utamanya. Yuki Kato memerankan Rachel dan Irshadi Bagas memerankan Farel. Jujur dulu aku tak begitu suka tokoh Luna, jadi nama pemerannya pun tidak ingat sampai sekarang, kecuali pemeran versi dewasa yaitu Acha.  Banyak hal yang kutiru di sana. OMG betapa besar efek film My Heart bagi diriku waktu itu. Kebetulan waktu kecil aku memang tomboy sekali. Hal itu membuat teman SD sering memadankan aku dengan tokoh Rachel. Aku mulai berimajinasi bahwa kota Bogor serindang yang diilustrasikan di dalam film. Persahabatan seindah yang diperankan. Bermain di kebun teh seasik di lakon film. Basket pun. Saat itu aku bermimpi bisa main ke Bogor mengunjungi danau dengan dua perahu yang dinaiki Rachel dan Farel, naik ke rumah pohon mereka trus main ke kebun teh yang dingin dan sejuk. Dulu entah mengapa pengin banget tinggal di Bogor. Iya, bermula dari...

Sepucuk Surat

Kau mungkin akan menulis isi yang berbeda dengan sepucuk surat satu tahun lalu. Iya, kau bukan kamu setahun yang lalu. Perasaan-perasaan yang kau jiwai dalam putik syair, kurasa tak berdaya lagi sekarang Tak apa, Allah tlah tentukan kenyataan terbaik.. Selalulah menempuh penerimaan terbaik :))) Selamat menempuh ibadah selanjutnya..

Dulu Begini, Sekarang Begitu

"Kamu yang DULU kalau (difoto selalu nutupin muka, kalau ga cuma mau difoto punggungnya, atau sok candid biar muka ga nampak semua) itu kan?" atau "Ih, apaansih kayanya kemaren mau-mau aja difoto, DPnya juga foto selfie, close up malah..sekarang kenapa ga masang foto selfie lagi? Itu kenapa foto2 di IG, FB jadi ga ada foto kamu sendirian, semuanya wefie kalau ga cuma foto nampak belakang doang?" Mungkin ini bakalan ngejleb banget apalagi kalau yang baca adalah anak rohis atau alumni rohis yang bermetamorphosa di jalannya masing-masing :') Gengs, itu bukan sesempit memperbincangkan masalah foto, lebih dalem dari itu. Nangkep ga? Itu sama kaya kekata, "Dulu berhijab sekarang tidak" dan lain-lain. Biarlah, tiap-tiap dari kita punya prosesnya masing-masing, punya prinsip sendiri-sendiri. Semoga kita termasuk manusia yang jalannya ke depan menjadi lebih baik dari yang dulu dan tetap istiqomah dalam kebaikan :') amin. No sebel atau kes...