Langsung ke konten utama

I'm Fine to See the Day Without You

Dan pada akhirnya jarak membuat kita jauh.
Tanpa kusadari, aq sendiri yang memilihnya
Kupikir, bersua denganmu akan selalu membuatku bahagia
Kupikir mendapatkan perhatian lebih darimu akan membuatku bahagia
Dan, kupikir Tuhan memang telah mengirimkan dirimu untukku secara sengaja

Ternyata,
Tanpamu aku menemukan kebahagiaan yang lebih indah
Memilih untuk menjauh darimu membuatku semakin menemukan alasan Tuhan mempertemukan aku denganmu

Pertemuan singkat itu,telah membuatku tegas dengan prinsipku
Lakuku, lakumu, jika "kita" mau, mungkin sampai saat ini akan tetap mewarnai hari-hari kita

Perbaikan diri hanyalah untuk diri kita masing-masing
Aku memperbaiki diri bukan karenamu
Kamu pun

Sejatinya cinta, bukan tentang kapan kita bersama bukan?

Semoga jalan ini selalu lurus, sampai garis akhir
Saat kau menerima takdirmu, dan aku menerima takdirku

Tak ada yang perlu dipermasalahkan siapa dirimu sekarang, siapa diriku sekarang
Karena itu bukan hak kita :)
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Bulan September

Rasa yang Menyiksa (gores pena: Galih Ratna Puri Palupi) Semua ini tentang cinta Tak jelas, namun menyesakkan dada Galau ingin bejumpa Rindu ingin bersua Namun bertemu memungkinkan aku tuk membungkam cerita Memilih diam menikmati alirannya Tapi dosa menjadi batasnya Hati pasrah menangis dibuatnya Semua tentang cinta Yang harus datang tepat pada waktunya Tapi tak kunjung diperjelaskan Mengundang harap dan tanya keraguan Terbersit dan mengalun di hati begitu saja Tak jelas kemana arahnya Pun tak memahami duka cita menjaga diri Ya, aku menjaganya Walau kering sudah kesabaran diri Untuk acuh dengan kabar tentangnya Ce i en te a Kau

Unfollow

Rasa-rasanya aku ingin sekali memencet tombol itu. Kemudian menitipkan nafasku kepada kamu yang didamba hadirnya Kepada kamu yang ingin lebih lama menjejak di bumi Rasa-rasanya aku ingin menekan tombol itu Lalu kutitipkan rasa cinta sepaket dengan ketulusannya, kesetiaan dan kesabaran menunggu.. Kepada ia yang kamu harapkan

Bebas

Untuk Dia yang Kuinginkan Gores pena: Galih Ratna Puri Palupi Di sudut dermaga Aku terjerembab dalam lembayung senja Erat dengan perahu-perahu yang lekat dengan jerat temalinya Di sudut, tempat ribuan kristal menyelinap dalam butiran pasir Tak sempat kunyatakan Tak mampu kuungkapkan Bunga-bunga hati yang menghiasi empunya Di kepalanya menjulur kain   hijau toska Tak pernah terlihat belaian demi belaian rambutnya Lembut ku lihat lengkungan senyumnya Membersamai bintang yang membias sinarnya Diantara samudera Di sudut dermaga Dia saksikan purnama dalam temaram Ditulis dengan pena kerinduannya Tuhan, pertemukan kami di SurgaMu -Surakarta, 21 Februari 2014-