Langsung ke konten utama
"Apa kabar?"
"Sehat?"
"Yuk aku temenin makan!"
"Kamu di mana?"
"Jangan lupa Baca Al-Qur'an, buat capeknya hilang. Semangat!"


Bagaimana perasaanmu saat segala situasi menuntutmu bekerja full time n team, tetiba ada seorang teman yang menulis beberapa pernyataan dan pertanyaan di atas secara personal?


Tentu saja jika jawaban versiku adalah


Aku akan tersenyum, karena seolah ada beban yang terhapus dengan sendirinya seiring hadirnya pertanyaan dan pernyataan itu. Ternyata ada yang masih memedulikan diriku saat aku bahkan tidak sedang peduli dengan diri sendiri. Ternyata Tuhan memberi kekuatan, saat berbagai kondisi sedang aktif menggunakan kata kerja minta. Ternyata bahkan seseorang yang tak disangka-sangka memberi dukungan yang baik. Aku merasa ada yang pantas kuperjuangkan, yang prosesnya harus sanggupku jalani dengan baik, agar hasilnya membukti bahwa dukungan mereka tidak sia-sia serta sangat berarti.


Itu jauh lebih baik, daripada mengatakan:
"Iya, I know you so well."
Tapi pada kenyataannya menuntut diriku untuk selalu ada dalam situasi yang tak memungkinkan aku untuk ada.


Jangan. Jangan pernah marah saat seseorang tak sanggup membersamai atau menuntaskan amanahnya kepadamu. Berilah kesempatan dan doakanlah agar Allah memperkuat dirinya, barangkali dia sedang tak berdaya.















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Bulan September

Rasa yang Menyiksa (gores pena: Galih Ratna Puri Palupi) Semua ini tentang cinta Tak jelas, namun menyesakkan dada Galau ingin bejumpa Rindu ingin bersua Namun bertemu memungkinkan aku tuk membungkam cerita Memilih diam menikmati alirannya Tapi dosa menjadi batasnya Hati pasrah menangis dibuatnya Semua tentang cinta Yang harus datang tepat pada waktunya Tapi tak kunjung diperjelaskan Mengundang harap dan tanya keraguan Terbersit dan mengalun di hati begitu saja Tak jelas kemana arahnya Pun tak memahami duka cita menjaga diri Ya, aku menjaganya Walau kering sudah kesabaran diri Untuk acuh dengan kabar tentangnya Ce i en te a Kau

Unfollow

Rasa-rasanya aku ingin sekali memencet tombol itu. Kemudian menitipkan nafasku kepada kamu yang didamba hadirnya Kepada kamu yang ingin lebih lama menjejak di bumi Rasa-rasanya aku ingin menekan tombol itu Lalu kutitipkan rasa cinta sepaket dengan ketulusannya, kesetiaan dan kesabaran menunggu.. Kepada ia yang kamu harapkan

Bebas

Untuk Dia yang Kuinginkan Gores pena: Galih Ratna Puri Palupi Di sudut dermaga Aku terjerembab dalam lembayung senja Erat dengan perahu-perahu yang lekat dengan jerat temalinya Di sudut, tempat ribuan kristal menyelinap dalam butiran pasir Tak sempat kunyatakan Tak mampu kuungkapkan Bunga-bunga hati yang menghiasi empunya Di kepalanya menjulur kain   hijau toska Tak pernah terlihat belaian demi belaian rambutnya Lembut ku lihat lengkungan senyumnya Membersamai bintang yang membias sinarnya Diantara samudera Di sudut dermaga Dia saksikan purnama dalam temaram Ditulis dengan pena kerinduannya Tuhan, pertemukan kami di SurgaMu -Surakarta, 21 Februari 2014-