Langsung ke konten utama
"Apa kabar?"
"Sehat?"
"Yuk aku temenin makan!"
"Kamu di mana?"
"Jangan lupa Baca Al-Qur'an, buat capeknya hilang. Semangat!"


Bagaimana perasaanmu saat segala situasi menuntutmu bekerja full time n team, tetiba ada seorang teman yang menulis beberapa pernyataan dan pertanyaan di atas secara personal?


Tentu saja jika jawaban versiku adalah


Aku akan tersenyum, karena seolah ada beban yang terhapus dengan sendirinya seiring hadirnya pertanyaan dan pernyataan itu. Ternyata ada yang masih memedulikan diriku saat aku bahkan tidak sedang peduli dengan diri sendiri. Ternyata Tuhan memberi kekuatan, saat berbagai kondisi sedang aktif menggunakan kata kerja minta. Ternyata bahkan seseorang yang tak disangka-sangka memberi dukungan yang baik. Aku merasa ada yang pantas kuperjuangkan, yang prosesnya harus sanggupku jalani dengan baik, agar hasilnya membukti bahwa dukungan mereka tidak sia-sia serta sangat berarti.


Itu jauh lebih baik, daripada mengatakan:
"Iya, I know you so well."
Tapi pada kenyataannya menuntut diriku untuk selalu ada dalam situasi yang tak memungkinkan aku untuk ada.


Jangan. Jangan pernah marah saat seseorang tak sanggup membersamai atau menuntaskan amanahnya kepadamu. Berilah kesempatan dan doakanlah agar Allah memperkuat dirinya, barangkali dia sedang tak berdaya.















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rumah Pohon, Kebun Teh dan Basket

Sejak kapan kamu mengenal rumah pohon, kebun teh dan basket? Sejak ada film yang berjudul My Heart. Rachel, Farel dan Luna menjadi pemain utamanya. Yuki Kato memerankan Rachel dan Irshadi Bagas memerankan Farel. Jujur dulu aku tak begitu suka tokoh Luna, jadi nama pemerannya pun tidak ingat sampai sekarang, kecuali pemeran versi dewasa yaitu Acha.  Banyak hal yang kutiru di sana. OMG betapa besar efek film My Heart bagi diriku waktu itu. Kebetulan waktu kecil aku memang tomboy sekali. Hal itu membuat teman SD sering memadankan aku dengan tokoh Rachel. Aku mulai berimajinasi bahwa kota Bogor serindang yang diilustrasikan di dalam film. Persahabatan seindah yang diperankan. Bermain di kebun teh seasik di lakon film. Basket pun. Saat itu aku bermimpi bisa main ke Bogor mengunjungi danau dengan dua perahu yang dinaiki Rachel dan Farel, naik ke rumah pohon mereka trus main ke kebun teh yang dingin dan sejuk. Dulu entah mengapa pengin banget tinggal di Bogor. Iya, bermula dari...

Sepucuk Surat

Kau mungkin akan menulis isi yang berbeda dengan sepucuk surat satu tahun lalu. Iya, kau bukan kamu setahun yang lalu. Perasaan-perasaan yang kau jiwai dalam putik syair, kurasa tak berdaya lagi sekarang Tak apa, Allah tlah tentukan kenyataan terbaik.. Selalulah menempuh penerimaan terbaik :))) Selamat menempuh ibadah selanjutnya..

Dulu Begini, Sekarang Begitu

"Kamu yang DULU kalau (difoto selalu nutupin muka, kalau ga cuma mau difoto punggungnya, atau sok candid biar muka ga nampak semua) itu kan?" atau "Ih, apaansih kayanya kemaren mau-mau aja difoto, DPnya juga foto selfie, close up malah..sekarang kenapa ga masang foto selfie lagi? Itu kenapa foto2 di IG, FB jadi ga ada foto kamu sendirian, semuanya wefie kalau ga cuma foto nampak belakang doang?" Mungkin ini bakalan ngejleb banget apalagi kalau yang baca adalah anak rohis atau alumni rohis yang bermetamorphosa di jalannya masing-masing :') Gengs, itu bukan sesempit memperbincangkan masalah foto, lebih dalem dari itu. Nangkep ga? Itu sama kaya kekata, "Dulu berhijab sekarang tidak" dan lain-lain. Biarlah, tiap-tiap dari kita punya prosesnya masing-masing, punya prinsip sendiri-sendiri. Semoga kita termasuk manusia yang jalannya ke depan menjadi lebih baik dari yang dulu dan tetap istiqomah dalam kebaikan :') amin. No sebel atau kes...