Langsung ke konten utama

Untuk Solo, dari Jogja

Tersebab aku tak mengakhiri sedetikpun pemikiran tentangmu,
Rasaku membuncah
Terbang ke segala penjuru
tak terkendali
rasanya ingin segera kamu tau
rasanya ingin sesekali berkata jujur tentang semua ini
dari september hingga beranjak ke september yang baru
masih saja ku gali lubang dalam-dalam tuk mengubur namamu
namun tak cukup banyak gundukan yang mampu menutupinya hingga tak tampak lagi
rasanya ingin semua ini cepat usai
ingin berlalu
tanpa pertanggungjawaban yang selama ini mampu kuterima
ah rasanya ingin melabuhkan takan ini dan mengisi jemarinu yang kosong


Rasa-rasa yang akan selalu hidup di manapun dan kapanpun kuberasa
dalam diam atau dalam situasi apapun
rasanya ingin segera kau tau
terlepas apa yang ada di kotak hatimu berbeda ataupun sama kekatanya


Sayangnya, masih ada rasa-rasa lain yang timbul setelah itu
sayangnya, aq tak bisa menjamin diriku sendiri apakah setelah itu aku kan bahagia
atau lebih bahagia!


atau justru menyesalinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku mencintaimu karena Allah

Kepada teman baikku, semua tak terkecuali Satu hal yang sering kuimpi-impikan, melihat kita berkembang dan bertumbuh, membungkus perbekalan, hingga Allah SWT katakan cukup. Memerintah malaikat izrail tuk menjemput. Lalu impian selanjutnya untuk bertemu Rabb kita semakin dekat. Sesungguhnya, kuakui memang sulit meninggalkan cinta yang jadi fitrah kita. Sebagai aku yang tak pernah jauh dari perasaan itu, perlu proses panjang rasanya untuk tak ubahnya menasehati diri agar lebih sempurna dalam menyikapi cinta kepada makhluk. Pandai-pandai meluruskan niat dan mengembalikan segala kepadaNya. Pembuktian cinta kepada yang selalu mencintai kita tiada habisnya, sungguh panjang. Jangan pernah menyerah. Jangan pernah berhenti, meski harus merangkak.
Kulihat dari jauh, Matamu begitu sengit pada hujan Rintik demi rintik yang kau kira rindu itu, ternyata hanyalah pemudar senja Bibirmu bergerak, seakan mengeja ketakutan-ketakutan dalam diri Segenap keteguhanku seolah ingin menyambangimu Berbisik tentang gerangan yang tak kau relakan hilang "Tenanglah, Tuhan akan menjaga namamu dalam hatinya. Hujan takkan memudarkan namamu, ia akan membeningkan." Namun justru kau sendiri yang menjadi hujan dalam pikirmu. Memudarkannya.
Saringan Aku butuh saringan yang lebih lembut Agar lebih sedikit keburukan yang kulakukan Agar lebih mudah konsisten dengan hal-hal baik dan sesuai dengan ketentuanNya Untuk kuterapkan dalam hidupku