Langsung ke konten utama

Untuk Solo, dari Jogja

Tersebab aku tak mengakhiri sedetikpun pemikiran tentangmu,
Rasaku membuncah
Terbang ke segala penjuru
tak terkendali
rasanya ingin segera kamu tau
rasanya ingin sesekali berkata jujur tentang semua ini
dari september hingga beranjak ke september yang baru
masih saja ku gali lubang dalam-dalam tuk mengubur namamu
namun tak cukup banyak gundukan yang mampu menutupinya hingga tak tampak lagi
rasanya ingin semua ini cepat usai
ingin berlalu
tanpa pertanggungjawaban yang selama ini mampu kuterima
ah rasanya ingin melabuhkan takan ini dan mengisi jemarinu yang kosong


Rasa-rasa yang akan selalu hidup di manapun dan kapanpun kuberasa
dalam diam atau dalam situasi apapun
rasanya ingin segera kau tau
terlepas apa yang ada di kotak hatimu berbeda ataupun sama kekatanya


Sayangnya, masih ada rasa-rasa lain yang timbul setelah itu
sayangnya, aq tak bisa menjamin diriku sendiri apakah setelah itu aku kan bahagia
atau lebih bahagia!


atau justru menyesalinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Duhai, tahukah kamu?

Bahwa sebagian besar wanita itu pencemburu. Tidak penting nantinya 'kamu' dengan siapa. Yang terpenting adalah aku menyemogakan dirimu agar suatu saat nanti jika telah ada yang mendampingi, kau mengerti bagaimana cara menjaga hatinya. Duhai, pahamkah dirimu? Betapa tegarnya seorang wanita yang tersenyum Saat seorang yang dicintainya bercengkrama dengan 'teman'nya Saat seorang yang dicintainya menceritakan seorang perempuan selain ibunya Duhai, mau mengertikah kamu? Betapa teguhnya perasaan wanita Saat ia memahami, dirinya tak diperjuangkan Namun masih berusaha untuk menjaga hati Adamnya

Matematika Kehidupan

Sejak kecil sebelum rumus matematika semakin kompleks, kita dikenalkan lebih dulu dengan ping para lan suda (kali, bagi, tambah, kurang) Saat aku punya dua apel, apel itu akan habis pabila kubagikan kepada dua orang temenku. 2-2 = 0. Tapi. Sebentar. Bukankah 2-2=2? 2 dari mana? Dari pahala yang Allah berikan, insyaAllah Eh tapi jangan pakai rumus ini ya kalau lagi ngerjain soal matematika di sekolah.

Hai, Apa Kabar?

Hai, apa kabar yang sudah lama tak jumpa? Apa kabar yang sudah enggan menyapaku? Eh, atau aku yang enggan menyapa. Maafkan aku. Jika kamu rasa ada yang berbeda denganku. Bertahan atau pergi, adalah hak. Pun, aku takkan memaksamu bertahan, jika dirasa tidak nyaman. Di sebuah relasi yang membuatku asing, tak tau menau disaat yang lain diberi tau, sungguh membuatku jadi lebih enggan. Eh tapi itu hanya enggan. Aku akan tetap bertahan, setidaknya dipertemuan antara mataku dan pergantian malam, namamu selalu kudoakan. Maafkan aku. Jika tak lagi selalu ada. Menyambut hari² pentingmu. Yang jelas, aku selalu senang setiap tahu bahwa kamu dan keluargamu sehat.  Maafkan aku. Belum banyak mengirimkan banyak hadiah. Tapi yakinlah, bahwa itu bukan satu²nya simbolis tuk menandakan rasa sayangku. Semoga kabarmu baik² saja. Aku di sini sedang mencukupkan diri. Sedang memenuhi diri. Suatu saat, rasanya ingin kembali lagi bercengkrama seperti dulu. Jika masih diizinkan masuk.