Langsung ke konten utama

Postingan

KKN, Aku dan Keluarga Baru: KKN sebagai Suatu Ajang

Alhamdulillah, perut sudah terisi oleh nasi, ikan goreng tepung, saus asam manis dan sayur kacang panjang buatan temen2 yang piket pada hari ini, yaitu Nay(T.Sipil), Friska(Psikologi), Sujan(Arsitektur), Febri(Pendidikan T.Mesin), dan Govin(Fisika). Cukup untuk amunisi menulis, malam ini. Kali ini aku pengin nulis tentang KKN sebagai Suatu Ajang Hmm..sebelum KKN, sering banget beredar meme tentang desas-desus KKN. Katanya, KKN itu ajang pencarian jodoh, ajang perselingkuhan bagi kalangan yang LDR. Yang terakhir ajang pembentukan karakter di dunia sosial masyarakat, kuliah kehidupan. Dari desas desus tersebut, yang paling hits adalah pencarian jodoh dan perselingkuhan. Banyak sekali beredar tips mencegah perselingkuhan, mulai dari pasang foto profil sama pasangan hingga pakai cincin, kalau mau aman sih mending nikah dulu aja sebelum berangkat KKN hehehe. Lalu apa yang aku lakukan? Sebagai kaum jomblo, aku hanya tersenyum. Tersenyum melihat beberapa teman mengkhawatirkan pasanganny...

Tentang KKN, Aku dan Keluarga Baru

Melihat postingan beberapa teman tentang KKN, aku jadi tertular ingin menulis topik sejenis. Tapi ini random, ndak dari awal..melainkan dari hal yang paling ingin kuceritakan. Hmm..jam segini adalah jam Makan Sore sekaligus Malam kami. Dirapel😆, tapi tetep bahagia dan kenyang kok. Serius. Oleh karena itu, aku akan melanjutkan menulis setelah makan malam^^. See you in the next post..semoga nanti postingannya lebih bermanfaat dari postingan sebelumnya.

Sepucuk Surat

Kau mungkin akan menulis isi yang berbeda dengan sepucuk surat satu tahun lalu. Iya, kau bukan kamu setahun yang lalu. Perasaan-perasaan yang kau jiwai dalam putik syair, kurasa tak berdaya lagi sekarang Tak apa, Allah tlah tentukan kenyataan terbaik.. Selalulah menempuh penerimaan terbaik :))) Selamat menempuh ibadah selanjutnya..

Sunyi

Baru saja sesseorang pergi menghindar dari sunyi Hampir saja ia terperangkap sepi Kakinya berlari, menepi di palung riuh Parasnya melukis keramaian, Bagaimana aku percaya? Jika kepergian adalah kesunyian itu sendiri